Arab Saudi Izinkan Pengungsi Rohingya Tinggal di Negaranya

208

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahriar Alam menyatakan, para pengungsi Rohingya di Arab Saudi dalam beberapa dekade ini tetap diberikan izin tinggal. Mereka tidak akan dibalikan ke negara asalnya, di Bangladesh.

“Arab Saudi tidak pernah menyatakan akan memulangkan orang-orang Rohingya ke Bangladesh, dan hal itu tidak pernah dipermasalahkan,” kata Shahriar Alam merujuk pada pertemuannya baru-baru ini dengan rekan sejawatnya dari Saudi, Adel Al-Jubeir dikutip dari kantor berita Anadolu, Sabtu (13/3/2021).

Sebelumnya, Saudi meminta Bangladesh untuk menyediakan paspor bagi sekitar 55 ribu orang Rohingya di Arab Saudi yang kehilangan dokumen atau masa berlaku paspornya kedaluwarsa.

Menurut Alam, Bangladesh bersedia memberi atau memperbarui paspor mereka yang memiliki dokumen hukum. Setelah membentuk komite khusus untuk menangani masalah tersebut, Bangladesh juga mengusulkan pembentukan komite gabungan dengan pejabat Saudi dan mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami, kedua negara, sedang dan akan terus terlibat dalam masalah ini,” tegas dia.

Menurut laporan media awal tahun ini, Duta Besar Arab Saudi untuk Bangladesh Issa bin Youssef Al-Duhailan mengatakan bahwa pemerintahnya telah mengirimkan daftar sekitar 55.000 orang yang dokumennya hilang atau kedaluwarsa. Selama beberapa dekade, pengungsi Rohingya melakukan perjalanan ke Arab Saudi dengan paspor Bangladesh.

Sebelumnya, Banglades mengabarkan akan memulangkan Muslim Rohingya. Dikutip dari Arab News, Bangladesh diketahui menampung lebih dari 1,1 juta Muslim Rohingya di kamp-kamp darurat yang sempit di Cox’s Bazar. Kamp ini dianggap sebagai pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Sebagian besar pengungsi Rohingya ini melarikan diri dari kekerasan dan penganiayaan, menyusul tindakan keras militer oleh tentara Myanmar di Negara Bagian Rakhine, pada 2017.

Pada pertemuan tripartit yang difasilitasi China, Myanmar setuju memulai proses repatriasi, meski belum memastikan kerangka waktunya.

Bangladesh telah berkoordinasi dengan badan pengungsi PBB, UNHCR, membuat daftar 840 ribu pengungsi Rohingya yang akan dipulangkan. Namun, selama pembicaraan tripartit, Myanmar mengatakan ingin memulai proses dengan hanya 42 ribu orang, yang sudah diverifikasi. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here