Apa yang Allah Pinta

545

Oleh: Ustadz Felix Siauw (Pengemban Dakwah)

Manusia bisa berkata apapun tentang dirimu, tapi Tuhanmu lebih tahu dirimu dibanding semua. Bila engkau dengarkan mereka, tak akan ada habisnya, cukupkan hanya Allah.

Sebab manusia bebas berlisan dan akan ada pertanggungan, tapi menaati Allah itu kebebasan walau di dunia ada perjuangan. Tapi susah dan sulit itu akan ada akhirnya.

Manusia bisa berubah penilaiannya, Allah itu tetap hukumnya, maka jangan sampai kita melakukan sesuatu karena manusia. Kita pun akan berubah bila manusia berubah.

Cukup kita meyakini bahwa Al-Quran dan As-Sunnah itu panduan, dan sedari dulu kebenaran itu tidak akan bisa diterima oleh mereka yang senang kemaksiatan.

Jadi bila para pemaksiat membenci dirimu, tak apa, itu tanda bahwa apa yang engkau pegang benar. Jangan balas membenci mereka, karena itu menjadikanmu tak ada bedanya.

Bila kaum Nabi Luth sekarang berkoalisi dengan peniru Fir’aun, pembebek kafir Quraisy, dan akrab sekalian dengan munafik, Yahudi, dan Nasrani, itu sudah alaminya.

Bila mereka menentang dirimu, menyusahkan hatimu, juga menghalang dakwahmu, sungguh tokoh-tokoh itu tak jauh beda dengan apa yang ada di zaman para nabi.

Bukankah indah perjuangan itu ada pada kuatnya penentangan? Dan nikmatnya dakwah itu muncul pada saat kita mampu merasa walau sedikit saja yang dirasakan nabi?

Lelah tak apa asal lillah, penat tak mengapa asal dalam taat, sebab itulah bahagia versi kita, yang tak bisa direbut siapapun. Bahagia saat mampu sesuai dengan apa yang Allah pinta.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here