Apa Pekerjaan Terbaik Menurut Rasulullah?

163
Ilustrasi: Bekerja. (Foto: onesite)

Muslim Obsession – Islam mengajarkan agar pemeluknya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan agamanya. Lewat bekerja seorang Muslim bisa hidup dengan layak, menafkahi keluarganya, menginfakkan rezekinya bagi kerabat, saudara, tetangga maupun orang lain.

Dengan bekerja dan mendapatkan hasilnya, seorang Muslim bisa terpelihara harga diri dan kehormatan keluarganya, juga bisa beribadah kepada Allah Ta’ala dengan lebih senang dan bersyukur.

Demikian pula yang dicontohkan Rasulullah dan para sahabatnya, yakni bekerja dengan sangat semangat karena ikhtiar mendapatkan rezeki halal, bukan sekadar mencari kerja yang banyak penghasilannya.

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Bekerja kepada Non Muslim? Halalkah Gajinya? Ini Kata Buya Yahya

Lalu, apa pekerjaan terbaik dalam pandangan Rasulullah ﷺ? Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ – رضي الله عنه – أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – سُئِلَ: أَيُّ اَلْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ: – عَمَلُ اَلرَّجُلِ بِيَدِهِ, وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ – رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ.

“Dari Rifa’ah bin Raafi’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ ditanya mengenai mata pencaharian yang halal? Nabi ﷺ menjawab, “Amalan seseorang dengan tangannya dan setiap jual beli yang diberkahi,” (HR. Al-Bazzar dan disahihkan oleh Al-Hakim).

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa dua pekerjaan halal yang terbaik adalah suatu pekerjaan yang dilakukan oleh tangannya sendiri dan perdagangan yang mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala.

BACA JUGA: Kisah Haru Seorang Bapak yang Bekerja untuk Bertahan Hidup

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihis salam dahulu juga makan dari hasil kerja keras tangannya,” (HR. Bukhari, no. 2072, dari Al-Miqdad).

Hadits ini menerangkan bahwa pekerjaan terbaik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangan sendiri, sehingga ia mendapatkan hasilnya untuk mencukupi kebutuhannya.

Rasulullah ﷺ bahkan menginformasikan bahwa Nabi Daud ‘alaihis salam pun mencontohkan bagaimana memiliki pekerjaan terbaik tersebut. Dalam kategori ini, contoh pekerjaan dengan tangan adalah bercocok tanam, kerajinan, mengolah kayu, pandai besi, menulis, dan lainnya.

BACA JUGA: Ngantuk Saat Bekerja di Kantor? Cegah dengan Lima Benda Ini!

Adapun jenis perdagangan yang mendapatkan keberkahan dari Allah Ta’ala, menukil Rumaysho, adalah jual beli mabrur yang tidak ada sumpah dusta di dalamnya sekadar untuk melariskan dagangan, begitu pula yang selamat dari tindak penipuan. (Lihat Ash-Shan’ani rahimahullah, Subul As-Salam, 5:8)

Sementara Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah dalam Minhah Al-‘Allam (6:9) menjelaskan bahwa jual beli yang mabrur adalah jual beli yang memenuhi syarat dan rukun jual beli, terlepas dari jual beli yang bermasalah, dibangun di atas kejujuran, serta menghindarkan diri dari penipuan dan pengelabuan.

Mana Pekerjaan yang paling diberkahi?

Tentang hal ini para ulama berselisih pendapat. Imam Al-Mawardi rahimahullah, salah seorang ulama besar mazhab Syafii berpendapat bahwa yang paling diberkahi adalah bercocok tanam karena tawakalnya lebih tinggi.

Imam Nawawi rahimahullah berpendapat bahwa yang paling diberkahi adalah pekerjaan dengan tangan. Menurut Imam Nawawi rahimahullah, bercocok tanam itu lebih baik.

Ada tiga alasan yang melatarbelakanginya yaitu bercocok tanam termasuk pekerjaan dengan tangan, tawakal seorang petani itu tinggi, dan kemanfaatannya untuk orang banyak, termasuk pula manfaat untuk binatang dan burung.

BACA JUGA: Hikmah Rahmani: Fadilah Bekerja

Adapun Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Ali Bassam, penulis Tawdhihul Ahkam, menjelaskan bahwa pekerjaan terbaik adalah disesuaikan pada keadaan setiap orang. Yang terpenting adalah setiap pekerjaan haruslah berisi kebaikan, tidak ada penipuan, serta menjalani kewajiban yang mesti diperhatikan ketika bekerja. (Lihat Tawdhih Al-Ahkam, 3:101).

Jelasnya, setiap Muslim diperintahkan untuk terus semangat dalam hal yang bermanfaat. Rasulullah ﷺ bersabda,

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas,” (HR. Muslim, no. 2664 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Wallahu a’lam bish shawab.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here