Anwar Abbas Minta SAS Tarik Ucapan ‘Imam Masjid Hingga Menag Harus NU’

904
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas

Jakarta, Muslim Obsession – Ucapan KH Said Aqil Siradj (SAS) yang menyatakan bahwa imam masjid, khatib, KUA, hingga menteri agama, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU salah semua, jelas sangat disesalkan.

Demikian diutarakan Sekjen MUI Anwar Abbas melalui keterangan tertulis kepada Muslim Obsession, Senin (28/1/2019).

Menurut dia, pernyataan ini jelas tidak mencerminkan akal sehat, dan hendaknya SAS dapat menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan umat.

“Saya yakin pernyataan ini adalah pernyataan dan sikap pribadi dari SAS dan bukanlah sikap dari NU. Karena kalau (pernyataan) ini juga menjadi sikap NU maka negeri ini akan ada dalam bahaya,” tutur Anwar.

Untuk itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga meminta SAS untuk menarik ucapannya, agar negeri ini tidak rusuh. Karena ucapannya tersebut dianggap sangat mengancam persatuan dan kesatuan umat.

“Saya dengan Slamet Effendi Yusuf Wakil Ketua Umum PBNU pada masanya (almarhum) aktif di MUI, salah satu misi yang kami sepakati dan ingin kami usung adalah bagaimana mempersatukan umat. Kita boleh saja berkelompok-kelompok dalam organisasi kita masing-masing. Tapi di antara kita harus ada persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Dan salah satu yang merusak persatuan dan kesatuan kita selama ini kata Anwar adalah kita hebat dalam tambah, kali dan kurang, tapi kita lemah dalam bagi membagi.

“Oleh karena itu kita harus memulai persatuan dan kesatuan ini dari MUI. Mui kata dia boleh hanya diisi oleh satu dua ormas saja tapi dia harus mencerminkan kebhinnekaan umat,” ujarnya.

“Kita harus usahakan agar elemen-elemen umat terwakili dalam MU ini. Oleh karena itu dalam melengkapi pengurus-pengurus MUI, kita lihat dari 3 sisi yaitu kompetensi, integritas dan representasi atau keterwakilan dari ormas-ormas Islam yang ada dan elemen-elemen masyarakat,” imbuh Anwar.

Namun hal ini menurutnya bertentangan dengan kemauan SAS yang mau mengambil dan meraup semua jabatan dan posisi yang ada di negeri ini untuk NU saja.

Dan apa yang dia katakan itu tampaknya bukanlah keseleo lidah, tapi sudah dia kerjakan dan itu terlihat dari komposisi pejabat yang ada di kementrian agama.

“Saat ini di kementrian agama tidak ada satupun orang Muhammadiyah di eselon satu dan dua semuanya nyaris dari NU. Begitu juga rektor-rektor UIN dan IAIN semuanya nyaris dari NU. Baikkah ini?”

“Jawabnya adalah tidak, dan skenario ini harus dihentikan kalau anak-anak bangsa ini masih mau negeri ini aman damai dan tentram. Untuk itu saya meminta SAS untuk meminta maaf kepada umat Islam. Karena saya yakin dan percaya itu bukan sikap NU,” ucap Anwar.

“Oleh sebab itu, umat dan bangsa harus berhati-hati dengan ide yang membahayakan ini. Anwar Abbas yang kali ini bicara atas nama pribadi bukan atas nama Sekjen MUI maupun Ketua PP Muhammadiyah,” tegas Anwar Abbas. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here