Anies: Alhamdulillah, Penumpang Kendaraan Umum 100 % Pakai Masker

279
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: IG)

Jakarta, Muslim Obsession – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur kesadaran warga di masa PSBB Transisi terus meningkat.

Saat memantau pelaksanaan PSBB Transisi di berbagai kawasan di Jakarta, Anies menyaksikan pengguna kendaraan umum 100 persen telah menggunakan masker.

“Pada #PSBBTransisi kita tetap harus menaati seluruh protokol kesehatan COVID-19, seperti menggunakan masker harus sepanjang waktu di mana saja dan kapan saja. Dan Alhamdulillah, pada pantauan tadi kami lihat para penumpang yang menggunakan kendaraan umum, 100% menggunakan masker,” tutur Anies dalam unggahannya di Instagram, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, kendati wabah di Jakarta belum selesai namun di masa transisi ini beberapa sektor sudah bisa mulai beraktivitas, salah satunya adalah kegiatan perkantoran.

Dalam pantauannya, jumlah penumpang kendaraan umum masih amat rendah, relatif tidak padat. Meski pihaknya masih akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan mekanisme antrian pada halte transit.

Adapun lalu lintas nampak lebih padat karena lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Pemprov DKI Jakarta sendiri telah meniadakan aturan Ganjil-Genap sejak 15 Maret di Jakarta. Tujuannya supaya potensi penularan di kendaraan umum bisa dikurangi.

“Nah peniadaan Ganjil-Genap itu belum berubah sampai sekarang. Dalam Pergub 51/2020, Ganjil-Genap BISA diberlakukan kembali BILA dalam masa transisi ini ada lonjakan kasus COVID-19. Jadi selama belum ada kondisi yang mengharuskan pengendalian jumlah penduduk di luar dan selama belum ada Surat Keputusan Gubernur, maka tetap tidak ada Ganjil-Genap,” jelasnya.

Anies mengingatkan, untuk mengurangi kepadatan selama PSBB Transisi pihaknya memberlakukan aturan kapasitas kantor 50% dan dua gelombang (shift) jam kerja karyawan di DKI Jakarta kepada seluruh kantor di DKI Jakarta.

“Satpol PP akan memeriksa. Tapi pengaturannya diserahkan pada tiap-tiap kantor. Yang penting harus dibagi dua atau lebih shift supaya tidak menumpuk ketika berangkat dan pulang kerja,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here