Amaliyah di Malam Nishfu Sya’ban

Pembahasan tentang Nishfu Sya’ban bagian 3.

175
Al-Quran (Foto: Tasdiqul Quran)

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Setelah mengetahui fadhilah (keutamaan) dan peristiwa penting dalam sejarah Nishfu Sya’ban, berikut ini saya paparkan sebagian amaliyah saat malam Nishfu Sya’ban.

Membaca QS. Ya Siin sebanyak 3 kali sesudah sembahyang sunnah ba’diah Maghrib dengan niat sebagai berikut:

1- QS. Ya Siin ke-1 dibaca untuk memohon panjang umur dan ketaatan, ketaqwaan serta dapat istiqamah kepada Allah Ta’ala.

Baca niat seperti ini: Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala dosaku dan dosa ibu-bapakku, dosa keluargaku dan dosa jiran-ku, dosa muslimin dan muslimat, serta panjangkanlah umurku di dalam taat ibadah kepada-Mu dan kuatkanlah imanku dengan berkat surat Ya Siin.”

Baca juga: Fadhilah Nishfu Sya’ban

2- QS. Ya Siin ke-2 dibaca untuk memohon diluaskan rezeqi yang halal dan menolak bala. Untuk bacaan Ya Siin yang kedua ini, baca niat seperti ini:

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala dosaku dan dosa ibu-bapakku, dosa keluargaku dan dosa jiran-ku, dosa muslimin dan muslimat, peliharalah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, serta kabulkanlah hajatku dengan berkat surat Ya Siin.”

3- QS. Ya Siin ke-3 dibaca untuk memohon ditetapkannya Iman Islam hingga akhir hayat. Adapun bacaan niat pada Ya Siin ketiga ini adalah:

“Allah Ya Tuhanku ampunilah segala dosaku dan dosa ibu-bapakku, dosa keluargaku dan dosa jiran-ku, dosa muslimin dan muslimat, kayakanlah hatiku dari segala makhluk, serta berilah aku, keluargaku, dan jiranku HUSNUL KHATIMAH dengan berkat surat Ya Siin.”

Baca juga: Peristiwa Penting dalam Sejarah Nishfu Sya’ban

Selanjutnya, bacalah dzikir berikut ini dengan penuh khusyuk dan keikhlasan, di antaranya: Astaghfirullahal ‘Azhim (100 kali), Tahmid dan Takbir (100 kali), Shalawat Nabi (100 kali), bisa juga disertakan dzikir lainnya.

Setelah itu, tutup seluruh rangkaian dengan doa. Berdoalah dengan penuh khusyuk, meminta apa yang tersirat dalam hati karena malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang sangat diijabah untuk dikabulkan semua doa dan hajat yang diinginkan.

Para Ulama menyatakan bahwa Malam nisfu Sya’ban juga dinamakan malam pengampunan atau malam Maghfirah. Imam Al Gozhali rahimahullah mengistilahkan malam Nishfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Doa di malam Nishfu Sya’ban adalah sunnah Rasulullah ﷺ, sebagaimana hadits-hadits berikut:

“Allah mengawasi dan memandang hamba-hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban, lalu mengampuni dosa-dosa mereka semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang pemarah pada sesama muslimin,” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755).

Baca juga: Bukan Shalat dan Puasa, Lalu Amalan Apa yang Membuat Allah Senang?

Berkata Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Di suatu malam aku kehilangan Rasul ﷺ, dan kutemukan beliau sedang di pekuburan Baqi’. Beliau mengangkat kepalanya ke arah langit, seraya bersabda: “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba,” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825).

Berkata Imam Syafii rahimahullah, “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam Nishfu Sya’ban,” (Sunan Al-Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu dan jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dan dimanapun. Bila ada sebagian yang melarang doa, maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya.

Bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa, karena caranya adalah meminta kepada Allah. Pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan munkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Sungguh sebesar-besarnya dosa muslimin dengan muslim lainnya adalah pertanyaan yang membuat hal yang halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya,” (Shahih Muslim).

Wallahu a’lam bish shawab.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here