Allah Tidak di Dalam Ka’bah

1086
Ka'bah, kiblat shalat orang Islam.

Muslim Obsession – Pengasuh Ponpes Al-Bahjah Cirebon KH. Yahya Zainul Ma’arif merasa perlu memberikan penjelasan tentang pertanyaan seputar shalat seorang muslim yang menghadap Ka’bah.

Pasalnya, masih ada orang yang salah paham tentang hal ini yang menganggap seorang muslim tengah menyembah Ka’bah ketika shalat.

“Dan memang jika ada orang pernah punya sesembahan selain Allah dari makhluk-makhluk Allah, baik berhala pepohonan, dan lainnya, ketika melihat seorang muslim menghadap Ka’bah, ia menduga muslim itu sedang menyembah Ka’bah,” kata dai kondang yang akrab disapa Buya Yahya ini dalam sebuah postingan Instagram, Selasa (3/12/2019).

Ia menegaskan, ketika seorang muslim sujud kepada Ka’bah, sejatinya ia tidak sedang menyembah Ka’bah. Sebab seorang muslim tidak menyembah Ka’bah, tapi menyembah Allah.

Lalu, mengapa setiap muslim harus shalat menghadap Ka’bah? Karena Allah memerintahkan hal demikian, agar shalat menghadap Ka’bah.

Menurutnya, dahulu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat menghadap ke Palestina. Selama 16 bulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat menghadap ke Palestina.

Kemudian Allah kembalikan lagi kepada kiblat nenek moyang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (Nbai Ibrahim ‘alaihis salam), yaitu Ka’bah Musyarafah.

“Dan kita tidak menyembah Ka’bah, tapi menghadap ke Ka’bah. Menghadap ke Ka’bah. Allah tidak di dalam Ka’bah!” tandasnya. (Fath)

View this post on Instagram

*Allah Tidak di Dalam Ka'bah! – Buya Yahya* Disaat kita sujud kepada ka'bah, bukan kita menyembah ka'bah! Lalu kenapa kita menghadap kesana? Karena Allah sudah memperintahkan. Simak selengkapnya dalam video ini. Link video: https://youtu.be/_WJIazeloGo =============== Mari Bergabung di Sosial Media Resmi Buya Yahya : Instagram : www.instagram.com/buyayahya_albahjah/ Facebook : www.facebook.com/buyayahya.albahjah/ Twitter : www.twitter.com/buya_albahjah Telegram : https://t.me/buyayahyaofficial Youtube Al-Bahjah TV : www.youtube.com/albahjahtv Youtube Buya Yahya : www.youtube.com/buyayahyaofficial =============== Bagi Anda yang ingin berjuang mengembangkan program-program dakwah bersama Al-Bahjah dengan hartanya, Salurkan Infaq Terbaik Anda, Melalui : *BNI Syariah* Kode Bank 427 No. Rek : 7400 7300 33 a.n : Yayasan Al-Bahjah *Bank Syariah Mandiri (BSM)* Kode Bank 451 No. Rek : 7200 4200 92 a.n : Yayasan Al Bahjah Info/Konfirmasi ke : 0853 1122 2225 Semoga semakin banyak Allah mengirim orang-orang ikhlas ahli Syurga yang ikut berjuang dalam program pengembangan dakwah ini. Aamiin. Sebar seluas-luasnya

A post shared by Buya Yahya (@buyayahya_albahjah) on

1 KOMENTAR

  1. MASJIDIL HARAM BUKANNYA KA’BAH ATAU BAITUL HARAM

    BAITUL HARAM ADALAH NAMA KA’BAH BARU SETELAH MASUK AREAL MASJIDIL HARAM

    MASJIDIL HARAM KIBLAT UMAT MUSLIM

    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu (Hai Muhammad) menengadah ke langit (bukan ke Baitul Maqdis?), maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah MASJIDIL HARAM. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. ….”

    Dan sesungguhnya jika kamu (Hai Muhammad) mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang lalim. [SQS. Al-Baqarah, 2:144-145]

    MAQAM IBRAHIM=TEMPAT SHALAT=MASJIDIL HARAM

    Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Bait Haram) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam (areal-areal bekas injakan kaki ketika merenovasi) Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. [SQS. Al-Baqarah, 2:125]

    Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqam (areal-areal bekas injakan kaki) Ibrahim; barang siapa memasukinya (Masjidilk Haram itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [SQS. Al-‘Imran, 3:97]

    Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu (Hai Muhammad) pasti akan memasuki (memiliki dan menguasai) MASJIDIL HARAM, Insya Allah dalam keadaan aman, (tandanya) dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. [SQS. Al-Fath, 48:27]

    AL QURAN TIDAK MENYEBUT KA’BAH SEBAGAI KIBLAT UMAT MUSLIM

    Akibat adanya anggapan bahwa umat Muslim ketika mereka menunaikan shalat harus menghadap ke kiblat yang kemudian diartikan sebagai KA’BAH, ‘bangunan’ atau Rumah Suci, bahkan ada yang menyebut Bait Allah atau Rumah Allah atau BAITULLAH, maka timbul berbagai fitnah atau tudingan dari orang non-Muslim?

    Komentar atas tuduhan pada kedua artikel di bawah ini sbb.:

    1. Al Quran menegaskan bahwa tidak ada Allah SWT menetapkan kiblat sebelum kiblat yang ditetapkan-Nya yakni Masjidil Haram karena Nabi Muhammad SAW bebas menghadap ke barat atau ke timur:

    “… Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot….”

    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. …” (SQS. Al Baqarah, 2:134-144)

    2. Al Quran tidak ada menyebut istilah bahwa KA’BAH itu adalah sebagai KIBLAT bagi umat Muslim di mana pun mereka berada karena yang ditetapkan Allah SWT sebagai kiblat adalah MASJIDIL HARAM sbb.:

    “…. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [SQS. Al-Baqarah, 2:144]

    3. Al Quran pun tidak ada menyebut bahwa KA’BAH itu adalah RUMAH ALLAH atau BAITULLAH seperti yang dituduhkan orang-orang. Al Quran menetapkan Ka’bah itu sebagai RUMAH SUCI atau BAITUL HARAM sbb.:

    “… dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi BAITUL HARAM….”

    Allah telah menjadikan KA’BAH, BAITUL HARAM (RUMAH SUCI) itu sebagai PUSAT (PERADABAN UMAT MUSLIM BAIK PERIBADATAN DAN URUSAN DUNIA) bagi manusia, …”. (SQS. Al Maidah, 5:2 dan 97)

    4. Kalau umat Muslim masih beranggapan bahwa KA’BAH itu adalah BAIT ALLAH atau BAITULLAH maka bisa jadi karena umat Muslim mencomot atau mencuri istilah yang diambilnya dari kitab ALKITAB atau BIBEL, sebagai contohnya:

    Mzm 48:9 (48-10) Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.

    Luk 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

    Ezr 6:5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah

    https://muslimobsession.com/allah-tidak-di-dalam-kabah/

    Simak tulisan tuduhan mereka non-Muslim satu ini:

    Pada dasarnya agama Islam mengakui Allah itu Esa, Maha Kuasa, Maha Hadir dan Kekal. Namun dalam Islam ada juga arah kiblat dan konsep rumah Allah yang mengarah ke Arab. Ini adalah syarat yang harus diikuti oleh semua kaum Muslim.

    Ajaran Islam yang pokok adalah “Tauhid.”

    Pengakuannya: “Tiada Tuhan selain Allah dan hanya kepada Dialah kita wajib sembah sujud dan meminta pertolongan” (QS. Al-Fatihah, 1:5). Apakah “Kiblat dan konsep Rumah Allah” sesuai dengan konsep Tauhid?

    Latar Belakang Kiblat ke Mekah

    Arah kiblat ditentukan ketika Muhammad dan rekan-rekannya hijrah ke Medinah. Di situ banyak bangsa Yahudi mempunyai pengaruh besar di bidang pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya. Mereka juga sangat fanatik beragama. Setiap hari mereka sembahyang dengan kiblat ke Yerusalem. Karena berada di negeri orang Muhammad menetapkan kiblat sholat ke Yerusalem. Akhirnya dia berhasil mengusir bangsa Yahudi dari Medinah dengan kekuatan pedang. Dengan alasan mendapat wahyu dari Allah, kiblat sholat yang awalnya ke Yerusalem diganti menjadi ke arah Mekkah karena di sana ada ”Baithollah / Rumah Allah.” Baithollah sekarang dikenal sebagai “Kaabah dan Batu Hitamnya.” (QS. Al-Baqarah, 2:142-145; 149-150).

    Mengapa Menyembah Ke Arah Batu Hitam?

    Umat Islam minimal lima kali sehari mengucapkan “Tauhid.” Tetapi mereka juga ruku dan sujud menyembah Allah ke arah Batu Hitam di Mekah. Benarkah Allah bertempat tinggal di Kaabah (Baitullah/Rumah Allah)? Bukankah ini menggambarkan orang sujud ke Batu Hitam? Allah yang Esa, Maha Kuasa, yang Roh, Tidak ada persamaan-Nya dan Kekal tentulah tidak tinggal di Baitullah. Juga tidak mungkin Batu Hitam ini mempunyai arti penting bagi Allah. Tapi, hal ini memberi kesan sepertinya Batu Hitam disembah. *)

    https://www.isadanislam.org/kepercayaan-orang-islam/sholat-kiblat-dan-konsep-qrumah-allahq-yang-membingungkan/

    Anehnya tulisan penulis Muslim pun menganggap kiblat umat Muslim adalah Ka’bah juga?

    Ada banyak pertanyaan ketika seorang muslim yang bertauhid kepada Tuhan dan tidak menyekutukannya dengan benda apapun ditentang oleh kaum lain.
    Pertentangan ini disebabkan acuan muslim yang menolak menyembah berhala namun sholat justru menyembah sebuah rumah batu berbentuk kotak yang disebut Ka’bah.

    Tentu bagi sebagian muslim yang belum memiliki iman kuat akan terpancing keragu-raguannya akan kebenaran Islam.

    Kembali pada permasalahan Ka’bah sebagai kiblat umat Islam yang selama ini ‘diserupakan‘ oleh umat lain sebagai bentuk penyembahan terhadap berhala, ternyata merupakan anggapan yang sangat salah.

    Dalam pandangan umat lain, Nasrani/Hindu misalnya, penyembahan mereka kepada salib tidak ditujukan kepada patung/salib tersebut tapi salib tersebut merupakan lambang/icon/simbol dari Tuhan mereka yang dihadirkan dalam bentuk fisik. Jadi mereka menyembah benda-benda itu bukanlah pada bendanya, tapi supaya mereka dapat lebih terfokus dalam menyembah Tuhannya. Bukankah sama saja dengan muslim yang sholat menghadap Ka’bah, mereka tidak menyembah Ka’bah tetapi supaya lebih terfokus dalam sholatnya. jadi pada dasarnya, Islam dan non muslim itu sama-sama membutuhkan manifestasi Tuhan dalam bentuk fisik yang dapat kita lihat supaya lebih yakin akan keberadaannya.

    Sekali lagi saya ingatkan hal ini merupakan kekeliruan para orientalis dalam memaknai arti Ka’bah bagi seorang muslim. Ka’bah merupakan kiblat umat Islam, yang dimaksud kiblat itu adalah pusat, tetapi apakah pusat ini? Pusat penyembahan paganisme versi muslim? Oh bukan

    Jika anda seorang muslim dan ditanyakan mengapa anda menyembah Ka’bah, anda sekarang dapat menambahkan penemuan ilmuwan Perancis tersebut untuk lebih menguatkan iman anda bahwa Ka’bah bukanlah manifestasi Tuhan yang diberhalakan oleh umat muslim, tetapi karena ia adalah kiblat / poros dari bumi.

    Dari Ali rhodiyalloohu ‘anhu; Nabi Sholalloohu ‘alaihi wassalam bersabda, “Allah berfirman; apabila Aku menghendaki kerusakan dunia (kiamat) maka Aku mulai dengan rumahku (Ka’bah), lalu dunia mengiringinya.”

    Dalil ini menyatakan bahwa Ka’bah akan menjadi tempat pertama yang akan hancur pada hari kiamat adalah kota Makkah, lalu menyebar keseluruh dunia, seperti putaran roda yang dihantam porosnya, dunia ini akan hancur berantakan.

    http://www.muhammadiyah.or.id/id/news/print/89/mengapa-umat-islam-berkiblat-pada-kabah.html

    *) https://www.isadanislam.org/kepercayaan-orang-islam/sholat-kiblat-dan-konsep-qrumah-allahq-yang-membingungkan/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here