Allah Ta’ala Benci Orang Berilmu Tapi Melanggar Hukum

92
Ilustrasi: Kitab.

Oleh: Drs. H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Kita mungkin sering geleng-geleng kepala ketika menyaksikan seorang yang mengerti ketentuan hukum agama tapi malah bertingkah jauh dari ketentuan tersebut. Orang semacam ini seenaknya mempermainkan agama sekehendak nafsunya.

Orang yang berilmu namun dia melanggar peraturan-peraturan agama ini telah Allah ancam di Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan,” (QS. Ash-Shaf: 2-3).

Ancaman juga disampaikan Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya:

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلزَّبَانِيَةُ أَسْرَعُ اِلَى فَسَقَةِ الْقُرَّاءِ مِنْهُمْ اِلَى عَبَدَ ةِ الْاَوْثَانِ. فَيَقُوْلُوْنَ يُبْدَأُ بِنَا قَبْلَ عَبَدَةِ الْاَوْثَانِ؟ فَيُقَالُ لَهُمْ لَيْسَ مَنْ يَعْلَمُ كَمَنْ لَا يَعْلَمُ

“Rasulullah Saw. bersabda, “Malaikat Zabaniah lebih cepat menyiksa para ahli hukum agama yang fasik dari pada orang yang menyembah berhala.” Para sahabat berkata, “Kami didahulukan sebelum orang-orang yang menyembah berhala?” Maka dikatakan kepada mereka, “Tidaklah orang yang mengetahui itu seperti orang yang tidak mengetahui,” (HR. Thabrani)

Orang berilmu yang tidak mau mengamalkan ilmunya itu lebih berat tanggung jawabnya di hadapan Allah daripada orang yang menyembah berhala. Karena penyembah berhala itu belum mengerti siapakah Tuhannya, sehingga mereka tersesat. Jadi apa yang mereka lakukan itu bukanlah suatu kesengajaan melainkan mereka benar-benar belum mengerti.

Lain halnya orang yang berilmu, maka segala perbuatannya yang melanggar aturan-aturan agama adalah suatu kesengajaan. Oleh sebab itu mereka disiksa sebelum para penyembah berhala.

Lalu, apakah orang yang tidak mengerti hukum akan mendapatkan siksa?

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 15.

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

“Dan Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Dari ayat ini bisa diketahui bahwa Allah tidak menyiksa orang-orang yang belum mengerti tentang hukum Islam. Namun jika dia sudah paham, maka wajib baginya mejalankan apa yang dia tahu.

Imam Ibnu katsir dalam tafsirnya menjelaskan ayat di atas sebagai berikut: “(Ayat ini) memberitakan keadilan Allah Ta’ala. Bahwa Dia tidak akan menyiksa seorangpun, kecuali setelah tegaknya hujjah padanya dengan diutusnya para rasul kepadanya.”

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here