Allah Menakdirkan Jokowi, Bukan Prabowo Subianto

1339
jokowi meresmikan asrama Ponpes Musthafawiyah Purba Baru - Setkab
Presiden Joko Widodo bersama santri Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, Sumatera Utara. (Foto: Setkab)

Oleh: Usamah Hisyam (Wartawan Senior/Ketua Majelis Munajat Indonesia Berkah)

Seperti menjelang Pilpres 2014, menyongsong Pilpres 2019 brondongan isu yang ditembakkan lawan politik Jokowi hampir sama: mempertanyakan keislaman dan fitnah bahwa Jokowi PKI. Padahal rakyat sudah tak percaya terhadap dua isu tersebut selama empat tahun Jokowi memerintah.

Terbukti, Tap MPR RI No. 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI, PKI sebagai organisasi terlarang, dan larangan menyebarkan paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme, tak pernah dicabut. Para penuduh juga tak mampu membuktikan dokumen yang menunjukkan Jokowi dan orangtuanya PKI.

Padahal, saat Jokowi terpilih pada Pilkada Solo, 2004 dan 2009, serta Pilgub Jakarta pada 2012, Presiden RI masih dijabat Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono, jenderal TNI AD yang anti-PKI.

Bila benar PKI, kenapa Jokowi bisa lolos menjadi kandidat dalam pilkada, bahkan pilpres 2014? Lantas jelang Pilpres 2019 ini dibangun stigma seolah-olah Jokowi Anti Islam. Padahal realitas yang ada sebaliknya. Sejumlah program kerja pemerintahan Jokowi justru memihak Islam. Simak saja fakta berikut ini.

Jelang Pilpres 2014, isu miring yang menghantam Jokowi sungguh luar biasa. Jokowi dituding keturunan China Kristen Singapura (Oey Hong Liong). Anonim H. Jokowi disebut Herbertus, bukan haji. Jokowi difitnah beragama Kristen.

Belum lagi berbagai fitnah lainnya, yang disebar oleh Tabloid Obor, yang beredar secara gratis di sejumlah daerah. Lawan politik Jokowi menebar kebencian di kalangan umat Islam. Ironinya, cukup banyak umat Islam yang percaya.

Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman fitnah lebih besar bahayanya dari pembunuhan (QS.2:191). Meski sebagian para ahli tafsir menandai kata “fitnah” ini dengan kemusyrikan yang dosanya lebih besar dari pembunuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here