Ali Mochtar: Penganiayaan Ulama Terjadi Jelang Pilkada

961
Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin
Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Kasus penganiayaan dua ulama di Jawa Barat menjadi perhatian khusus Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin). Ketua Umum Bakomubin, Ali Mochtar Ngabalin, merasa dalam kasus tersebut ada keganjilan karena kedua pelaku sama-sama diindikasikan mengidap penyakit kejiwaan.

Oleh karenanya, Ali Mochtar pun meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku tersebut karena sudah membuat resah umat Islam.

“Kita minta dengan rasa hormat kepada polisi, kita berikan kepercayaan sesuai konstitusi kemudian menyerahkan sepenuhnya,” kepada Muslim Obsession, Senin (12/2/2018).

Selain itu, dia juga merasa aneh karena kasus ini hanya terjadi di Jawa Barat. Ia pun meyakini penganiayaan terhadap ulama itu terkait pilkada.

“Penganiayaan terhadap para ulama kapan? Pada waktu mau masuk pilkada, saya haqqul yaqin sebagai orang politik saya mau bilang ini terkait dengan masalah pilkada dan kenapa tidak terjadi di daerah lain, hanya terjadi di wilayah-wilayah Jawa Barat?” ungkap politisi Partai Golkar ini.

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir terjadi dua kasus penganiayaan. Kasus pertama dialami Pimpinan Ponpes Al-Hidayah KH Umar Basri (60) pada Sabtu (27/1/2018), di dalam masjid usai Shalat Subuh. Akibat peristiwa itu dia mengalami luka di bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.

Kiai Umar Basri dianiaya pelaku dengan kayu. Pelaku yang bernama Asep (50), diduga kuat mengalami gangguan jiwa.

Selanjutnya mempunyai nama sama, namun orang yang berbeda. Asep Maftuh (45) menganiaya Ustadz Prawoto. Komandan Brigader Persis itu meninggal, Kamis (1/1/2018). Asep Maftuh yang diduga mengalami gangguan jiwa memukul Ustadz Prawoto di kepalanya dengan pipa besi. Ustadz Prawoto sempat dilarikan dulu ke RS, namun nyawanya tak tertolong. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here