Alhamdulillah, Kini Adzan Berkumandang di AS 5 Kali Sehari

328
Islamic Center di Amerika Serikat. (Foto: Hindustan Times)

Muslim Obsession – Hikmah dari dunia yang dilanda virus Corona (Covid-19) sekarang ini, ternyata memberikan “hadiah” kaum muslim di Amerika Serikat (AS). Yang sebelumnya tidak terjadi, kini baru pertama kalinya diperbolehkan adzan dengan pengeras suara di AS berkumandang lima waktu sesuai panggilan sholat bagi ummat Islam

Saat adzan berkumandang ke seluruh penjuru kota di negara mayoritas non muslim ini, menjadi catatan sejarah baru bagi ummat Islam di AS.

Adzan lima waktu di AS dengan pengeras suara tersebut diantaranya terjadi di kota Minnesota. Seperti dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2020), pada Kamis 23 April 2020 dari pengeras suara di atas masjid Minnesota, malam waktu setempat telah berkumandang adzan untuk pertama kalinya di seluruh lingkungan Minneapolis, menyambut umat Muslim setempat bersiap untuk memulai bulan suci Ramadhan.

Kumandang adzan kemudian kembali menggema pada Jumat pagi, dan akan berlanjut selama lima kali sehari sebagai tanda seruan sholat lima waktu selama bulan Ramadhan ini.

Diungkapkan oleh para anggota komunitas setempat, kumandang adzan tersebut menandai momen bersejarah bagi kota Minneapolis dan kota-kota besar di seluruh Amerika Serikat. Mengingat bagi banyak umat Muslim di Amerika, adzan hanya terdengar di dalam masjid atau pusat-pusat komunitas.

Momen berkumandang dan menggemanya adzan ke seluruh penjuru kota ini, disebutkan oleh Imam masjid Dar al-Hijrah (masjid yang mengumandangkan adzan), Abdisalam Adam, bagi sebagian orang menjadi suatu peristiwa bersejarah.

“Pasti ada banyak kegembiraan. Beberapa orang melihatnya sebagai momen yang bersejarah, mereka dapat melihatnya dalam hidup mereka,” ujar Imam Abdisalam Adam.

Disebutkan lebih lanjut, menurut keterangan dari Jaylani Hussein, direktur eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Minnesota, seruan adzan dikumandangkan oleh perwakilan yang berbeda dari masjid-masjid di sekitar kota. Kumandang adzan ini diharapkan bisa mencapai ribuan umat Muslim yang ada di lingkungan wilayah Cedar-Riverside di Minneapolis.

Dengan berkumandangnya adzan di sekitar kota, Jaylani menambahkan semoga adzan ini bisa sekaligus menjadi penenang bagi umat Muslim setempat, khususnya para jamaah yang terbiasa beribadah ke masjid di tengah pandemi corona COVID-19.

“Kami ingin menyentuh orang-orang yang sering mengunjungi masjid dan komunitas ini. Jika kita tidak dapat bersama secara fisik, setidaknya melalui gema suara adzan ini dapat menjadi pemersatu kita untuk bersama-sama di masa sulit ini, ” kata Hussein.

Sementara Imam Abdisalam Adam mengatakan di tengah rasa kehilangan momen bulan Ramadan karena pandemi COVID-19 yang menjadikan penutupan masjid dan tidak adanya sholat berjamaah, ia berharap kumandang adzan ini bisa setidaknya memberikan esensi kemiripan, situasi normal pada umat Muslim setempat.

“Dengan tidak adanya sholat berjamaah lima waktu dan sholat Jumat berjamaah, kami berharap ini akan memberi rasa penghiburan dan koneksi dengan kebutuhan spiritual anggota masyarakat,” pungkas Imam Abdisalam Adam. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here