Alasan Unik Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua

331
Gus Dur bersama masyarakat Papua (Foto: NU Online)

Muslim Obsession – Sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tidak bisa dilepaskan perannya dalam memberikan spirit kemanusiaan di tanah Papua dari segala bentuk diskriminasi, marjinalisasi, dan krisis di segala bidang. Papua membutuhkan sekaligus menyayangi Gus Dur.

Menurut keterangan seorang santri Gus Dur asal Kudus, Nuruddin Hidayat, pada 30 Desember 1999 atau tepat dua bulan sepuluh hari setelah dilantik menjadi Presiden keempat RI, Gus Dur berkunjung ke Irian Jaya dengan dua tujuan.

Pertama yaitu untuk berdialog dengan berbagai elemen di Papua dan melihat matahari terbit pertama milenium kedua tanggal 1 Januari 2000 pagi.

Baca Juga:

Saat Gus Dur Dapat ‘Hadiah’ Wanita di Kamar Hotel

Rahasia di Balik Tidurnya Gus Dur Saat Rapat

Kunjungi Kediaman Gus Dur, Sandiaga Dapat Bekal Tempe Mendoan

Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan Gubernuran di Jayapura.

Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat.

Gus Dur mempersilakan mereka berbicara terlebih dulu, dari yang sangat keras dengan tuntutan merdeka dan tidak mempercayai lagi pemerintah Indonesia hingga yang memuji tapi dengan berbagai tuntutan.

Selanjutnya Presiden berbicara merespon mereka. Banyak hal ditanggapi, tetapi yang penting ini, “Saya akan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua,” katanya. “Alasannya?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here