Alasan Rasulullah Menyebut Asiyah, Istri Firaun Dijamin Masuk Surga

601

Jakarta, Muslim Obsession – Tak banyak yang tahu kisah tentang Asiyah, istri raja Firaun yang mengaku sebagai Tuhan. Meski Firaun dihukumi Allah sebagai raja yang fasik. Namun Asiyah justru sebaliknya. Ia malah mendapat rahmah dan curahan kasih sayang dari Allah sehingga dijamin masuk surga.

Rasulullah Saw sendiri pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ada empat wanita ahli surga. Keempat wanita itu antara lain Maryam, Fatimah, Khadijah, dan Asiyah. Mereka ada perempuan penghuni surga pertama.

Ternyata, salah seorang dari wanita tersebut, Asiyah, merupakan istri dari Raja Mesir, Firaun. Aisyah atau terkadang disebut Asiya binti Muzahim juga merupakan ibu angkat yang mengasuh Nabi Musa dari bayi hingga dewasa.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini sederet fakta tentang sosok Asiyah, sehingga ia layak disebut wanita penghuni surga.

1. Ajukan Syarat Saat Dinikahi Firaun

Setelah ditinggal mati oleh istri sebelumnya, Firaun merasa kesepian. Ia pun mengutus seorang menterinya, Haman, untuk meminta Asiyah agar mau dinikahi. Namun, Asiyah menolaknya, seberapa pun harta yang ditawarkan oleh Firaun.

Salah satu sebab ia tak menerima Firaun adalah lantaran raja angkuh itu ingkar kepada Allah SWT dan menganggap diri sebagai Tuhan. Firaun yang marah lantas menyiksa orang tua Asiyah dan memasukkannya ke penjara.

Akhirnya, Asiyah terpaksa menikahi Firaun tapi dengan tiga syarat. Ia meminta Firaun membebaskan kedua orangtuanya yang dia penjara, membangunkan rumah yang indah, dan menjamin kebutuhan pokok untuk orang tuanya.

2. Diam-Diam Meyakini Kebesaran Allah SWT

Hidup menjadi pendamping Firaun yang bergelimang harta tak membuat Asiyah buta hati. Ia merupakan sosok wanita yang menjunjung tinggi akidah dan kebahagiaan akhirat ketimbang kenikmatan duniawi yang sementara.

Asiyah juga diam-diam menerima dan meyakini kebesaran Allah SWT tanpa sepengetahuan suaminya. Hal itu dilakukannya setelah menyaksikan mukjizat Nabi Musa.

3. Kasih Sayang yang Tulus Kepada Nabi Musa

Suatu saat, Firaun bermimpi kerajaannya akan hancur oleh seorang lelaki dari Bani Israil. Ia pun memerintahkan bala pasukannya untuk membunuh semua bayi laki-laki di wilayah itu.

Yakabud, ibu kandung Nabi Musa, mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk menyelamatkan bayi laki-lakinya. Dilarungkanlah Nabi Musa saat bayi ke Sungai Nil dengan keranjang, hingga terdampar dan di tempat Asiyah.

Namun, oleh karena cinta kasih tulus Asiyah dan dirinya belum memiliki keturunan, ia pun meminta izin Firaun untuk mengangkatnya sebagai anak.

Ketika Firaun hendak membunuh bayi itu, Asiyah segera mencegah dan membujuknya hingga diberikan persetujuan. Asiyah pun mengasuh bayi itu dengan penuh kasih sayang hingga tumbuh dewasa.

Meskipun bukan ibu kandung, tapi kasih sayang Asiyah terhadap Nabi Musa sangat tulus.

4. Beriman kepada Allah Sampai Akhir Hayat

Lambat laun, Firaun akhirnya mengetahui bahwa Asiyah sangat beriman kepada Allah SWT. Raja Mesir itu pun menyiksa istrinya agar mau mengakuinya sebagai Tuhan.

Namun, Asiyah tetap teguh pada keyakinannya dan berdoa kepada Allah SWT. Kisah ini disebutkan dalam Al-Quran Surah At-Tahrim ayat 11 yang artinya sebagai berikut.

“Dan Allah membuat istri Firaun perumpaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”

Ia tetap beriman kepada Allah SWT hingga akhir hayatnya. Oleh karena kisah inilah maka Asiyah termasuk ke dalam empat wanita terbaik sepanjang masa yang dimuliakan Allah SWT. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here