Alasan Mengapa Allah Melarang Berkata “Ah” Kepada Orangtua

34510
Ilustrasi Anak dan Ibunya

Muslim Obsession – Beruntung setiap orangtua yang memiliki anak shalih atau shalihah. Mengapa? Doa anak shalih atau shalihah akan terus menyertai kedua orangtuanya yang telah meninggal.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat baginya, dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim no. 3084)

Untuk menjadi anak yang shalih, Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya agar menghormati kedua orangtua. Hal ini Allah katakan langsung dalam Al-Quran:

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Israa [17]: 23-24).

Tafsir Imam Ibnu Katsir menerangkan, Allah Swt. memerintahkan kepada para hamba-Nya agar beribadah hanya kepada-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kata ‘Al-Qadha’ dalam ayat ini maksudnya adalah perintah. Sehingga kata ‘Wa qadha’ maksudnya adalah (Allah) memerintahkan.

Sedangkan dalam suatu riwayat, ‘Ubay bin Ka’ab, Abdullah bin Mas’ud dan Dhahhak bin Muzahim, membaca ayat tersebut seperti berikut ini, “Rabbmu memerintahkan agar engkau tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya.” Oleh karena itu, Allah menyandingkan perintah berbakti kepada orangtua dan perintah beribadah kepada-Nya. Allah berfirman, “… dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya.”

‘Ubay mengatakan bahwa maksudnya Allah memerintahkan agar engkau berbuat baik kepada kedua orangtuamu yang demikian itu seperti firman-Nya dalam surat yang lain, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Bersyukurlah kepada-Ku, dan kepada kedua orangtuamu, hanya kepada-Ku tempat kembalimu,” (QS. Luqman [31]: 14).

Pada kelanjutan ayat ini, Allah Swt. berfirman, “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali, janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’.

Dalam Tafsir Imam Ibnu Katsir dijelaskan, “janganlah kamu memperdengarkan kepada keduanya perkataan yang buruk, walaupun perkataan itu hanya perkataan “ah” yang merupakan perkataan buruk yang paling rendah.”

“Dan janganlah kamu membentak mereka,” yaitu janganlah ada pada dirimu kepada mereka perlakuan buruk.

Adapun Atha’bin Rabbah berpendapat, janganlah kamu memukulkan tanganmu kepada kedua orang tuamu. Sementara Imam Adz-Dzahabi pernah berkata, yang dimaksud dengan berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya adalah berbakti, mengasihi, dan lemah lembut kepadanya.

Kemudian, yang dimaksud dengan membentak mereka adalah berbicara kasar di saat keduanya memasuki masa tua mereka. Adapun yang dimaksud dengan perkataan yang mulia adalah perkataan yang lemah lembut lagi santun.

Kemudian, firman Allah,Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia,” yaitu perkataan yang lembut dan baik dengan penuh kesopanan, kesantunan dan penghormatan.

Sedangkan, firman Allah yang berbunyi,Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan,” yaitu tawadhu lah kepada mereka dengan perbuatanmu. “Dan ucapkanlah, Wahai Rabbku kasihanilah keduanya,” yaitu semasa tua mereka dan setelah mereka meninggal dunia. “Sebagaimana mereka telah mendidiku di waktu kecilku.” Yaitu pada usia tuanya dan pada saat wafatnya.

Demikian, alasan mengapa Allah melarang berkata “Ah” kepada orangtua, karena perkataan “Ah” itu adalah salah satu perkataan buruk yang paling rendah. Juga, karena kedudukan orangtua amat mulia di sisi Allah. (Vina – Dari berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here