Alasan Keluarga, Megawati Akui Keterlibatan Kaum Perempuan dalam Dunia Politik Makin Surut

605
Megawati - IPDN
Ketua Umum PDI Perjuangan, sekaligus Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri mendapat anugerah Gelar Doktor Honoris Causa di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jabar, Kamis (8/3/2018).

Jatinangor, Muslim Obsession – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyampaikan rasa prihatin atas minimnya partisipasi kaum perempuan dalam dunia politik. Keprihatinannya karena kondisi itu justru terjadi pada saat konstitusi Indonesia hasil amandemen telah menjamin persamaan hak antara kaum laki-laki dan perempuan.

“Oleh sebab itu, mungkin salah satu yang saya inginkan ada sebuah penelitian megapa setelah kita punya konstitusi, hak kita adalah sama tapi justru tataran di lapangan keadaan sulit,” ungkap Megawati dalam sambutan Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jabar, Kamis (8/3/2018).

Minimnya minat perempuan terjun ke dunia politik membuat pimpinan partai politik termasuk dirinya kesulitan memenuhi kuota 30 persen keikutsertaan kaum perempuan dalam struktur partai politik. Namun ia menyadari permasalahan keluarga menjadi salah satu alasan mengapa perempuan enggan terjun ke panggung politik.

“Selalu saya mengalami kesulitan, begitu juga yang dirasakan pimpinan parpol, dengan kuota 30 persen memang baik, tapi pada tataran kenyataan sangat sulit dicari kaum perempuan terjun dalam dunia politik,” kata Megawati.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memberikan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5. Gelar kehormatan ini diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jabar.

Megawati menyebut peringatan ini sebagai pengakuan atas hak politik bagi kaum perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Menurutnya, politik tidak boleh diskriminatif, tetapi harus membuka ruang dan akses partisipasi seluruh rakyat untuk kepentingan pembangunan nasional di berbagai bidang.

“Seluruh rakyat memiliki hak dan kewajiban yang sama, setiap rakyat memiliki tanggungjawab yang sama dalam berkontribusi bagi kepentingan nasional, ruang dan akses bagi rakyat terhadap keputusan-keputusan pembangunan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, juga mental dan spritual,” kata Megawati.

Dalam kesempatan itu, Megawati menyampaikan selamat Hari Perempuan Internasional bagi Kaum Perempuan Indonesia dan dunia. Ia menyitir pernyataan Bung Karno bahwa persoalan emansipasi perempuan tidak hanya sebatas persoalan persamaan hak dan derajat antara kaum laki-laki dan perempuan, namun menjadi bagian dari emansipasi bangsa.

“Artinya keterlibatan dan kesadaran dari kaum perempuan untuk bersama dengan kaum laki-laki mewujudkan bangsa Indonesia yang merdeka,” tandasnya. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here