Aku pada Sepotong Malam (Bagian 4)

452
Ilustrasi. Foto Net.

Muslim Obsession – Rasanya, terlampau alot waktu untuk berpijak pada tangga kesuksesan, hidup berlari seperti pada babak slow motion untuk segera ujug-ujug menjadi orang kaya.

Cukup lelah berpeluh kesah dalam kesederhanaan, bahkan tertinggal jauh untuk mengimbangi gengsi dan mode era sekarang yang penuh intrik kekinian.

Memutuskan untuk kabur dari rumah, bukan hanya pengapnya ceracau nasihat ibu yang kudengar setiap hari, ibu inginkan aku melanjutkan kuliah lagi di Al Khairiyah, kata ibu Al Khairiyah tonggak sejarah Islam di Cilegon, kebanggaan seluruh rakyat Banten.

KH.Syam’un sebagai pendiri pertama pendidikan yang bermula dari pendidikan pondok pesantren tradisional salafi sejak tahun 1916, patut untuk diteladani generasi muda sekarang, ibu rela berkutat dengan pekerjaannya sebagai pedagang makanan khas Banten meski usaha ibu harus merangkak lagi dari awal, menguras keringatnya demi rupiah untukku, yang penting aku  bisa mengenyam kuliah di Al Khairiyah, begitu tutur ibu acap kali membujukku.

Tak terbesit, bahkan tak ada sedikitpun keinginan untuk kuliah di Al Khairiyah, mending aku kabur, menemui cintaku, Mas Kris di Jakarta, banyak harapan, impian yang akan aku raih dengannya, balon-balon khayalku bertambah berwarna serupa warna pelangi, indah tak terperi.

BERSAMBUNG…

______________________________________

Cerpen Abay Kusnalia.

Guru SDIT Banten Islamic School, Kramatwatu Serang. Ia juga aktif di Forum Lingkar Pena (FLP) Banten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here