Akibat Kecelakaan Hebat, Penyanyi Hip-Hop Ini Temukan Islam

244
Maik Jahnke. (Foto: YouTube)

Muslim Obsession – Sebagian pecinta musik dunia mungkin mengenal Maik Jahnke. Ia merupakan bintang hip-hop terkenal di Jerman sebelum ia mengalami kecelakaan mobil yang buruk. Hebatnya, kecelakaan mobil ini mengubah hidupnya dan dia akhirnya menemukan dan menerima Islam.

Jahnke tumbuh dalam keluarga Jerman yang normal. Ia pergi ke sekolah, belajar profesi dan kemudian bekerja. Musik selalu menjadi hasratnya. Segera setelah mendapatkan uang sendiri, ia membeli peralatan musik. Jahnke mulai menulis lagu sendiri dan mengarang musik. Perlahan-lahan ia berusaha keras dalam bisnis musik.

“Bersama dengan mitra musik saya, kami bisa mendapatkan kontrak pertama, lalu yang kedua. Akhirnya kami mencetak dengan salah satu label rekaman terbesar di Jerman. Kami bermain di mana-mana, termasuk MTV. Hidup itu baik. Uang itu baik,” tutur Jahnke, seperti dilansir About Islam.

Kehidupan Jahnke kemudian berubah. Ketenaran yang dirasakannya seketika hilang saat di suatu pagi ia mengalami kecelakaan mobil yang mengerikan.

Namun anehnya, Jahnke merasa kecelakaan itu justru membuatnya menjadi sangat bijaksana. Ia mulai bertanya-tanya tentang kehidupan. Inti dari kehidupan ini, alasan untuk hidup ini. Hingga pertanyaan tentang kenapa ia di sini dan untuk apa hidup ini.

Suatu malam, Jahnke melangkah keluar di balkon dan memandang ke atas ke langit. Ia melihat bulan, terus berpikir: “Apa tujuan dari semua ini? Peran apa yang harus saya mainkan?”

Seumur hidupnya Jahnke mengaku selalu percaya pada Tuhan, ia bahkan tidak pernah menjadi seorang ateis. Meski ia tidak pernah banyak berhubungan dengan agama resmi apa pun.

“Selama masa setelah kecelakaan saya, tulisan saya berubah. Objek tulisan saya adalah Tuhan. Saya menulis tentang Dia. Saya menulis kepada-Nya. Dan saya mencari Dia. Dalam tulisan saya, saya menemukan penghiburan. Tapi pertanyaannya tetap ada. Apa tujuan seluruh hidup ini?” ungkapnya.

Mimpi Aneh dan Luar Biasa

Hingga suatu malam, ia bermimpi aneh tapi luar biasa. Jahnke berada di waktu yang berbeda. Di masa ketika tidak ada mobil atau pesawat terbang. Ia berdiri di gurun di luar tembok kota sambil melihat unta-unta di karavan berjalan menuju kota.

Di sebelahnya ada seorang pria tampan dengan rambut hitam dan janggut. Dia memiliki tongkat di tangannya. Dia menggunakannya untuk menulis sesuatu di pasir. Lalu dia menatapku. Dia bertanya kepada Jahnke apakah ia mengerti apa yang dia tulis. Jahnke menjawab tidak. Lalu ia pun bangun.

“Mimpi ini mengguncang saya. Dan saya menangis selama dua jam,” ujarnya.

Kemudian Jahnke menceritakan mimpi ini kepada beberapa orang yang ditemuinya. Beberapa teman Jahnke menafsirkan mimpi ini sebagai mimpi tentang Islam.

Melihat Jahnke mencari dan mempertanyakan tentang keberadaan diriya, sahabat-sahabat Jahnke menyarankannya untuk mengikuti mimpi itu.

“Saya mulai membaca tentang Islam. Dan kemudian saya pergi ke kota Aachen, di mana kami memiliki pusat Islam yang besar, dimana saya kemudian mengikrarkan keislaman dengan membaca Syahadat,” kisah Jahnke.

Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Jahnke mulai belajar menjadi seorang Muslim. Ia belajar shalat lima waktu dan mulai membaca Al-Quran.

Jahnke akui bahwa menjadi Muslim membutuhkan waktu. Ia pada akhirnya menemukan jawaban untuk pertanyaan tentang keberadaan dirinya dan tujuan sebenarnya dari kehidupan ini.

Ia menemukan kedamaian dan kepuasan dalam Tuhan yang ia sembah. Terlebih lagi ia menemukan komunitas baru yang membantunya menjadi orang yang lebih baik. Ia sangat senang karena merasakan dirinya menjadi lebih toleran.

“Sebelum menjadi Muslim saya tidak terlalu suka orang asing. Tetapi belajar tentang keragaman komunitas Muslim, saya mengikis sifat rasisme yang masih tersisa di dalam diri saya. Saya meninggalkan kehidupan lama di bisnis pertunjukan,” jelasnya.

Pengalamannya sebagai seorang Muslim menjadi sempurna saat ia menunaikan ibadah Haji dan Umrah. Jahnke melihat keragaman yang indah dari orang-orang yang semuanya menyembah Allah subhanahu wa ta’ala.

Ia diajak merenungkan sejarah manusia dari Nabi Adam, Nabi Ibrahim, dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Bagi yang masih mencari kebenaran Tuhan, cobalah lihat ke langit. Lihatlah ciptaan yang menakjubkan ini. Lihat betapa sempurna semuanya dibuat. Dengarkan hatimu. Dan Anda akan menemukan Tuhan. Anda akan menemukan Islam. Anda akan menemukan tujuan dalam hidup ini. Dan Anda akan menemukan kedamaian yang Anda butuhkan. Dan kepuasan yang Anda cari. Insya Allah,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here