Akhlaknya Begitu Mulia, Rasulullah ﷺ Dididik Langsung oleh Allah dan Jibril

215

Jakarta, Muslim Obsession – Tidak ada manusia di dunia ini yang akhlak dan prilakunya menandingi Rasulullah ﷺ. Beliau begitu terpuji, terhormat dan dikagumi umat manusia. Nabi Muhammad ﷺ adalah gambaran manusia sempurna, orang paling dekat dengan Allah SWT yang Maha Benar.

Karena keagungan, kemulian, dan kehormatannya, Allah pun selalu senantiasa memujinya. Maka sudah sepatutnya kita sebagai umat Nabi Muhammad turut memuji dan bershalawat kepadanya. Terlebih di moment peringatan kelahiran Nabi Muhammad, atau maulid Nabi pada Kamis 29 Oktober 2020 ini.

Hendaknya bisa dijadikan renungan atau muhasabah untuk bisa meneladani sifat-sifat Nabi. Profesor Quraish Shihab dalam kajiannya menyatakan, bahwa Nabi bisa menjadi teladan bagi semua orang yang ingin meniru cara bagaimana berprilaku yang baik. Karena Al Quran sudah dijelaskan bahwa dalam diri Nabi terdapat suri tauladan yang baik.

Baca juga: Bukan untuk Dilukis, Quraish Shihab Jelaskan Ciri-Ciri Perawakan Nabi

“Anda siapa, seniman ikuti Nabi, ilmuan ikuti Nabi, ahli ibadah teladai Nabi, anda seorang pekerja ikuti Nabi. Semua tipe dasar manusia itu sangat menonjol pada diri Nabi. Bisa menjadi teladan untuk semua orang,” ujar Quraish dalam tayangan Shihab&Shihab yang dikutip Muslim Obsession.

Quraish menjelaskan banyak orang di sekeliling Nabi termasuk para sahabat masuk Islam karena simpatik dengan prilaku Nabi. Nabi kata Quraish seperti magnet yang bisa membuat semua orang itu tertarik untuk mengikutinya. Sekali lagi karena akhlaknya.

Baca juga: Dalil Bolehnya Peringati Maulid Nabi Muhammad ﷺ

“Siapa pun orang kalau melihat Nabi langsung percaya beliau orang baik. Wajahnya penuh dengan kejujuran. Jadi orang itu pada simpatik sama beliau,” tuturnya.

Mengapa akhlak Rasulullah ﷺ begitu terpuji, Quraish mengatakan, karena Nabi didik langsung oleh SWT. Bahkan Quraish mengatakan dalam sebuah hadits pernah dikatakan bahwa Nabi menyebut “Allah lah yang mendidik diriku” bukti itu bisa diliat ketika Allah menjauhkan Nabi dari segala pengaruh manusia.

Baca juga:  Penjelasan Ulama Lintas Madzhab tentang Perayaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ

Sebagai analogi, Quraish menyebut seorang yang bisa mempengaruhi diri kita adalah orangtua. Tapi sebelum Nabi lahir, bapaknya sudah meninggal. Kemudian tak lama setelah lahir, ibunya meninggal. Bahkan dalam sebuah cerita, Nabi saat kecil sempat dibawa Malaikat Jibril untuk dibersihkan hatinya dari segala sifat jahat, dan keburukan nafsu.

“Allah menciptakan dan mendidik Nabi sesuai dengan kehendaknya. Terhindar dari beliau semua pengaruh yang bisa mempengaruhinya,” kata Quraish.

Quraish menyebut Allah sudah mempersiapkan Muhammad sebagai Nabi jauh sebelum Allah menciptakan alam semesta atau Adam Hawa. Inilah yang disebut Nur Muhammad. “Karena itu Allah ingin menjauhkan Nabi dari segala pengaruh buruk dengan mendidiknya secara langsung,” tuturnya.

Selain ditinggal orangtuanya, Allah juga menakdirkan Nabi sebagai orang yang Ummi tidak bisa membaca. Karena bacaan itu bisa mempengaruhi orang. Nabi hidup di daerah terbelakang jauh dari peradaban, tidak seperti daerah-daerah lain, seperti China, Mesir, Persia dll.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Jelaskan Dalil Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Selain Allah, kata Quraish, Nabi juga dididik lansung oleh Malaikat Jibril. Sejak kecil Nabi sudah kerap bertemu dengan Jibril. Bahkan ketika diangkat menjadi Rasul, Jibril selalu datang menemui Nabi untuk memberi pesan, dan menjawab langsung segala pertanyaan yang diajukan Nabi. Misalnya cerita ketika Nabi mau wafat.

Ketika malaikat maut datang menemui Nabi, Izrail ditanya oleh Nabi. “Apakah engkau datang untuk berkunjung atau bertugas,” kata Nabi seperti diceritakan Quraish. Karena segan dengan Nabi, malaikat maut kemudian bertanya balik.

“Kalau engkau menghendaki saya berkunjung maka saya akan berkunjung, tapi kalau engkau mengendaki saya bertugas maka saya akan bertugas,” kata Malaikat Izrail.

Nabi pun kemudian bertanya kepada Jibril tentang pilihan yang disampaikan Malaikat Izrail. Jibril kemudian menjawab “Tidak ada manusia yang hidup di dunia selamanya,” kata Jibril.

Dari situ Nabi kemudian memahami kedatangan Malaikat Izrail ke rumah Nabi tidak lain untuk menjalankan tugas dari Allah untuk mencabut nyawanya. Nabi merasa ridho, dan di hari-hari terakhirnya Nabi terlihat sangat bahagia karena ia akan bertemu dengan kekasihNya, zat Yang Maha Tinggi. Itulah Kekasih Allah, Nabi Agung Muhammad Saw. 

“Jadi Gurunya Nabi itu bukan manusia tapi Allah dan malaikat Jibril,” tutur Quraish. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here