Ahok: Nabi Muhammad Tidak Hanya Berdakwah, Beliau Juga Dagang

147

Jakarta, Muslim Obsession – Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menginginkan para santri dan pondok pesantren tidak hanya fokus berdakwah, tapi juga juga mengembangkan sisi keumatan lain dengan berwirausaha.

Pasalnya kata dia Nabi Muhammad Saw juga dikenal bukan hanya sibuk berdakwah, dia juga seorang pemimpin yang pandai berbisnis. Nabi Muhammad bisa dijadikan contoh baik.

Hal itu diutarakan langsung oleh Ahok dalam acara Milad Pondok Pesantren Motivasi Indonesia ke-19 yang bertajuk “Pandemi dan Geliat Kemandirian Pesantren,” Ahad (28/2/2021).

Dalam kesempatan itu, Ahok mengaku berhati-hati saat berbicara tentang Nabi Muhammad. Kata dia, hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari keributan.

“Mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu juga bukan cuma dakwah. Beliau juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, dibilang saya menafsir-nafsirkan nabi ribut lagi nanti. Ini saya mohon maaf, saya bikin disclaimer dulu ini,” terang Ahok.

Ahok kemudian bercerita bahwa dia pernah dikenalkan oleh seorang kiai asal Tingkok oleh almarhum eks Sekda DKI Jakarta Saefullah. Meski lupa namanya, Ahok tetap mengingat bahwa dia sempat kaget karena orang yang dikenalkan kepadanya itu ternyata memiliki bisnis besar.

“Waktu ketemu sama saya, dia pakai kaos, celana biasa gitu. Itu kayak engkoh-engkoh di Glodok. Eh gak taunya itu dia lulusan Harvard Amerika,” ujar Ahok.

“Ini kiai dan beliau punya restoran banyak. Banyak banget restorannya di Tiongkok,” sambungnya meyakinkan.

Ahok melanjutkan, restoran itu bukan satu-satunya bisnis yang dimiliki oleh kiai tersebut. Kata dia, ada bisnis lain diantaranya pabrik lampu.

Pesantren dan Para Santri Penting Mengerti Saham

Ahok ingin pondok pesantren memiliki ketahanan fundamental ekonomi secara mandiri.

“Kita itu mesti punya sumur (sumber penghasilan) sendiri kira-kira begitu. Kalau kita gunakan bahasa ini utamanya ada kemandirian lah,” kata Ahok.

Selama ini kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, sebagian besar Pondok Pesantren di Indonesia masih mengandalkan peranan orang lain dalam menjalankan aktivitas mengajar di Pesantren.

“Yang saya lihat selama ini hanya tergantung pada orang tapi pesantrennya tidak mempunyai penghasilan tetap yang mampu membiayai,” ujarnya.

Makanya, kata Ahok, para santri juga harus diajarkan bagaimana mereka bisa berbisnis, tanpa harus meninggalkan tujuan mereka belajar sebagai seorang santri. Bahkan dirinya menyarankan bahwa seorang santri harus bisa mengerti bagaimana dunia persahaman. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here