Ahmad Noe’man Perancang Masjid Kampus Pertama di Indonesia

774

Ahmad Noe’man, arsitek dan salah seorang pendiri Masjid Masjid Salman ITB diakui sebagai maestro dan inspirator pembangunan masjid modern. Karya-karya arsiteknya telah masuk dalam buku rancangan masjid-masjid di seluruh dunia. Dalam ide beliau, bangunan masjid tetap anggun dan indah, meski tanpa kubah. Menurutnya, kubah itu berat karena harus ditopang tiang penyangga. Kubah masjid bukan sebuah keharusan. Tiang penyangga di dalam masjid juga menghalangi barisan shaf shalat, sedangkan shaf seharusnya tidak boleh terputus. Karena itu, sebagian masjid yang dirancang Ahmad Noe’man tidak memakai kubah dan tanpa tiang penyangga.

Tokoh muslim yang santun dan rendah hati itu berpulang keharibaan Allah SWT pada hari Senin 4 April 2016 di Bandung dalam usia 90 tahun. Dilahirkan di Garut Jawa Barat 10 Oktober 1925. Ayahnya H. Muhammad Noe’man seorang saudagar dan pelopor organisasi Muhammadiyah di Garut. Ahmad Noe’mam dibesarkan di lingkungan keluarga Muhammadiyah yang mencintai ilmu dan amal untuk kemajuan agama dan dunia.

Semasa hidupnya salah satu pendiri Ikatan Arsitek Indonesia itu menjadi dosen luar biasa Interior Seni Rupa ITB, di samping profesi sebagai arsitek. Bangunan masjid hasil rancangan Ahmad Noe’man memberi makna bagi perkembangan dunia arsitek pada umumnya dan arsitektur masjid di nusantara khususnya. Karya Ahmad Noe’man bukan hanya dinikmati oleh umat Islam di dalam negeri, tapi mengharumkan nama bangsa Indonesia di manca negara. Karya beliau dikagumi di lintas benua.

***

Selain Masjid Salman ITB, arsitektur masjid karya monumental Ahmad Noe’man, antara lain: Masjid Istiqlal Indonesia di Sarajevo Bosnia (Masjid Muhammad Soeharto), Masjid Agung At-Tin Jakarta, Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki Jakarta (kini sudah dirobohkan), Masjid Al-Markaz Al-Islami M.Jusuf di Makassar, Masjid Islamic Center Jakarta, Masjid Agung Al-Akbar Surabaya, Masjid Lambung Mangkurat Banjarmasin, Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan, Masjid di Amterdam Belanda, Masjid Asy-Syifa Fakultas Kedokteran Unpad Bandung, Masjid PT. Pupuk Kujang, dan lain-lain. Anggota Persatuan Insinyur Indonesia ini juga merancang renovasi mimbar Masjid Al-Aqsha di Palestina tahun 1993. Ia sendiri tak pernah menghitung masjid besar maupun kecil hasil karyanya sehingga dijuluki “Arsitek Seribu Masjid”. Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pelopor HMI Cabang Bandung, Ahmad Noe’man konon ikut merancang logo HMI.

Melahirkan karya arsitektur, bagi beliau bukan sekadar berfikir bagaimana menghasilkan sebuah karya rancangan agar terbangun. Tapi lebih jauh memikirkan bagaimana berkarya yang diniatkan untuk Allah, tanpa harus mengesampingkan kebutuhan dan keinginan klien.

Ahmad Noe’man memegang prinsip akidah Islam dalam menjalankan profesi arsiteknya. Ketika ada sebuah masjid yang hendak dibangun dengan menanam kepala kerbau, ia memilih mundur walaupun masjid itu dibangun oleh pejabat negara. Ia berupaya mengejawantahkan nilai-nilai islami dalam setiap rancangan bangunan yang dibuatnya, apalagi pembangunan rumah Allah yaitu masjid. Selain menggambar bangunan, Ahmad Noe’man memiliki hobi melukis kaligrafi dan senang mendengarkan suara mengaji Al Quran. Penghargaan sebagai penulis Khat Kufi dari Istambul Turki diperolehnya beberapa tahun lampau.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here