Agama dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia

55

Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)

Bangsa Indonesia tidak lepas dari agama, bahkan agama telah menyatu dalam denyut nadi kehidupan kebangsaan. Sejak terbentuknya masyarakat Indonesia, baik pada masa awal maupun sesudah hidup secara teratur, masyarakat di negeri Nusantara ini telah memeluk agama. Pada awal memeluk agama setempat sampai kehadiran Hindu, Islam, serta Kristen dan Katholik sejak itu kehidupan bangsa Indonesia semakin melekat dengan agama dan keberagamaan.

Siapa menjauhkan agama dari kehidupan bangsa Indonesia sama dengan mengingkari jati diri keindonesiaan. Para pendiri bangsa Indonesia menyadari pentingnya agama dan kehadiran Tuhan dalam perjuangan kebangsaan, sehingga dalam paragraf Pembukaan UUD 1945 dinyatakan, “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Dalam pasal 29 UUD 1945 bahkan secara tegas dicantumkan tentang eksistensi dan kemenyatuan bangsa Indonesia dengan agama sebagai sistem keyakinan dan kepercayaan. Agama merupakan ajaran yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari  kehidupan bangsa Indonesia. Agama sebagai sumber nilai utama yang fundamental berfungsi sebagai kekuatan transendental yang luhur dan mulia bagi kehidupan bangsa.

Nilai-nilai instrinsik keagamaan telah memberi inspirasi bagi para pendiri bangsa dan perumus cita-cita negara dalam mewujudkan kehidupan kebangsaan yang berbasis pada ajaran agama. Nilai-nilai agama bahkan tercermin dalam Pancasila sebagai ideologi negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here