Afghanistan Ingin Jajaki Kerja Sama di Sektor Pendidikan

533

Jakarta Muslim Obsession – Pemerintah Afghanistan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pemerintah Indonesia di bidang pendidikan dan agama. Agenda teesebut diketahui saat Duta Besar (Dubes) RI untuk Afganistan, Arief Rachman MD, mengunjungi kantor Kementerian Agama di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menanggapi hal itu, Sekjen Kemenag Nur Syam, yang mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, menyambut baik rencana Dubes untuk mengembangkan kerjasama antara Kemenag dengan Pemerintah Afganistan.

“Selama ini kerjasama tersebut sudah berjalan baik,” kata Nur Syam seperti dilansir laman resmi Kemenag, Selasa (13/2//2018).

Menurut Nur Syam, ada beberapa persoalan yang perlu diperhatikan ke depan agar kerjasama yang sudah terbangun antara Indonesia dan Afganistan terus berkembang. Pertama, perkembangan Islam wasathiyah. Kementerian Agama saat ini sedang mengampanyekan moderasi agama.

Nur Syam berharap ke depan Kemenag dan Afganistan dapat melakukan proyek-proyek bilateral tentang perdamaian. Hal itu misalnya dilakukan dengan pengiriman ulama ke Afganistan, pembangunan masjid, serta kerjasama lainnya yang selama ini sudah berjalan agar dilanjutkan.

“Membangun kerjasama, seperti pertukaran ulama,” kata Nur Syam.

Di Kabul, Afganistan sudah dibangun Islamic Center. Nur Syam berharap naskah-naskah agama yang diterbitkan Kemenag dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia bisa menjadi koleksi di sana.

“Ini bisa dikirimkan ke sana. Kita juga punya Lajnah Pentashihan Mushaf AlQuran. Ke depan ini perlu dikerjasamakan untuk menebarkan moderasi agama di Afganistan,” tukas Nur Syam.

Kedua, terkait pendidikan. Dijelaskan Nur Syam ke depan, Kemenag dan Afganistan juga bisa menjalin kerjasama dalam pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Mahasiswa dari Afganistan bisa belajar di PTKI Negeri. Karena, Kemenag juga memiliki ma’had aly dan beberapa beasiswa di PTKIN dan ini bisa mensinergikan ini.

Selain itu, papar Nur Syam, Kemenag juga mempunyai banyak madrasah dan pondok pesantren. Diharapkan, kerjasama Kemenag dan Afganistan tidak hanya terfokus pada Perguruan Tinggi saja, namun kiranya bisa merambah pada ranah pendidikan di Madrasah dan Pondok Pesantren.

“Saya pernah ke Malaysia, mereka ingin mengirimkan siswa-siswanya untuk belajar di Indonesia yakni pada madrasah dan Pondok Pesantren. Kita miliki 19 MAN Islam Cendikia, dan alumninya diakui di Indonesia dan bahkan lulusannya tersebar hingga ke luar negeri,” ungkapnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here