Adzan Berkumandang Saat Awan Hitam Muncul di Jerman, Benarkah?

10966

Muslim Obsession – Dua hari ini jagad maya dihebohkan beredarnya postingan video dibumbui tulisan yang cukup mengagetkan. Video tersebut berisi tayangan ratusan warga Jerman yang terheran-heran dengan suara adzan, sementara langit dipenuhi awan hitam.

“Di Kota Berlin Jerman ada kejadian aneh. Tiba-tiba ada awan hitam dan muncul suara adzan menggema, padahal di situ gak ada masjid. Tanda-tanda apa ini..? Wallahu a’lam bishowab,” demikian tulisan yang menyertai video tersebut.

Berdasarkan penelusuran Muslim Obsession, Senin (15/6/2020), berita ini termasuk fake atau bohong. Video yang dijadikan rujukan netizen untuk menyebarkannya berasal dari akun lida channel yang mengunggahnya pada Jumat (12/6).

Sadar bahwa video tersebut bermuatan fake news, beberapa netizen sontak melemparkan komentar pedas.

“Subhanallah… Tolong jangan jadi fitnah. Ini beda video beda judul… Ini video adzan pertama di berlin jerman. Gak ada hubungannya saa awan hitam. Tolong bijak dalam bersosial media,” tulis Fajar Gumilang.

Bahkan akun mommytotty2011 berkomentar lebih jelas dengan memberikan rujukan asli video tersebut.

“Awan hitam apaan sih ! Sukanya kok takhayul. Itu kejadian April 2020. Adzan diperbolehkan dikumandangkan lagi di Berlin sesaat setelah physical distancing krn covid-19. Untuk memberi semangat warga muslim di Jerman menghadapi wabah. Dan hari ini Germany sdh melewati krisis. New cases menurun drastis. Gitu. Nih video aslinya: https://youtu.be/l1QrwC52Kpo,” tandasnya.

Video ini sesungguhnya merupakan tayangan kumandang adzan di Kota Berlin, Jerman. Hal ini juga dijelaskan pemilik akun Ruptly yang mengunggah video tersebut pada tanggal 5 April 2020.

“Diperkirakan 300 orang berkumpul di luar Masjid Dar Assalam di Berlin pada hari Jumat di mana mereka mendengarkan panggilan untuk shalat yang diadakan bersamaan dengan dering bel di gereja terdekat sebagai tanda solidaritas selama krisis COVID-19,” tulis Ruptly dalam deskripsi.

Pada awal April, adzan mulai dikumandangkan melalui pengeras suara di hampir 100 masjid di Jerman dan Belanda sebagai tanda dukungan kepada umat Islam di tengah pandemi.

Adzan pertama di Jerman yang diperbolehkan diperdengarkan secara terbuka itu dikumandangkan oleh masjid milik Turkish-Muslim umbrella group DITIB, dan Islamic National View (IGMG) yang merupakan asosiasi Muslim-Turki terbesar di Jerman.

Biasanya adzan tidak boleh dikumandangkan melalui pengeras suara di Jerman, kecuali untuk acara-acara khusus. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here