Adu Nasib, 4000 Migran Tewas Selama 2018

386
Seorang migran beristirahat setelah tiba di atas kapal penjaga pantai di pelabuhan Algecira, 14 Juli (Foto: Daily Sabah)

Muslim Obsession – Saat seluruh dunia merayakan Hari Migran Internasional, yang jatuh pada 18 Desember, ribuan migran di seluruh dunia masih berada dalam ketidakpastian hidup.

Menurut lembaga migrasi AS, lebih dari 4.000 migran dilaporkan meninggal dunia selama tahun 2018.

Salah satu badan PBB mencatat tahun ini, sebanyak 4.476 orang kehilangan nyawa mereka di rute migrasi yang ada di seluruh dunia.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Hari Migran Internasional, Selasa (18/12/2018) Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan ratusan ribu orang, mewakili 3,4 persen dari populasi dunia, semakin terdorong untuk bermigrasi karena masalah ekonomi, ketidaksetaraan, kekerasan, konflik dan perubahan iklim. 

“Ketika orang tidak memiliki akses ke rute migrasi legal dan hanya ada beberapa catatan yang dapat diandalkan, calon migran akan menghadapi resiko perdagangan manusia,” kata Dr. Frank Laczko, direktur Pusat Analisis Data IOM di Berlin.

Contohnya bagi banyak orang di rute Afrika, penyebab utama kematian yang tercatat adalah kelaparan, dehidrasi, kekerasan fisik, penyakit dan kurangnya akses obat-obatan.

“Namun, keterlibatan dengan penyelundup manusia dan perdagangan manusia dapat menempatkan migran dalam situasi yang sangat beresiko. Di mana mereka memiliki sedikit harapan untuk melindungi diri mereka sendiri,” kata badan PBB, seperti dikutip dari Daily Sabah, Rabu (19/12/2018).

Saat ini, Mediterania terus menjadi rute yang sangat mematikan karena jumlah migran yang mati di laut Spanyol telah meningkat tiga kali lipat.

Menurut data IOM, dari 2.217 kematian, sekitar setengahnya terjadi di Mediterania tahun ini. Setidaknya ada 631 migran Afrika tewas setelah berusaha mencapai Spanyol, hampir tiga kali lipat dari jumlah migran yang tewas pada 2017.

Laporan menyebut pada 2018, setidaknya 135.000 orang bermigrasi ke Eropa karena beberapa alasan utama, seperti perang, mencari kehidupan yang lebih baik, bencana alam, dan tekanan politik.

Para migran yang tiba di Eropa sebagian besar berasal dari Suriah, Tunisia, Eritrea, Pakistan, Irak, Kongo, Afghanistan, Maroko, dan Mali. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here