Ade Yasin Berharap Bisa Emban Amanah dan Dicintai Rakyatnya

665
Bupati Bogor, Hj. Ade Munawaroh Yasin. (Foto: Fikar Azmy/WO)

Muslim Obsession – Belum lama ini Kabupaten Bogor ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai kabupaten terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2020.

Penghargaan ini tentu saja prestisius karena menjadi bukti sekaligus apresiasi atas kinerja Pemkab Bogor dalam mengelola pemerintahannya.

Sejatinya penghargaan tersebut tak mengherankan publik, mengingat setahun sebelumnya Pemkab Bogor meraih penghargaan Ecovillage Award dari Pemprov Jawa Barat karena dinilai sukses dalam pembinaan Kampung Ramah Lingkungan.

Torehan prestasi di atas tak lepas dari kepemimpinan Hj. Ade Munawaroh Yasin di Kabupaten Bogor yang memang patut mendapat acungan jempol.

Sederet prestasi lain yang berhasil diraih Kabupaten Bogor atas usaha keras dua tahun belakangan disyukuri perempuan berjilbab ini, yang memiliki hobi berkeliling dan bertemu dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi.

Dalam sebuah kesempatan berbincang dengan Women’s Obsession pada medio Desember 2020, Ade mengatakan bahwa hobinya bertemu masyarakat Kabupaten Bogor selalu menyenangkan. Meski dengan jumlah penduduk sebanyak enam juta jiwa, perjalanan dari barat ke timur mengelilingi seluruh cakupan wilayah Kabupaten Bogor tidak cukup dilakukan dalam waktu satu bulan.

“Namun, semua tugas yang diemban kalau kita nikmati tanpa beban tidak akan terasa berat,” ujar Ade.

Berbicara tentang harapannya memasuki 2021, Ade menuturkan bahwa 2021 merupakan tahun ketiga ia menjabat sebagai kepala daerah. Ia harap semua program berjalan lancar hingga tahun 2023 nanti.

Dia mengaku, dalam waktu dekat ini dirinya akan melakukan cek indeks kepuasan masyarakat akan kepemimpinannya. Karena semua program yang dilaksanakan akan percuma ketika masyarakat tidak bisa menikmati pemerataan pembangunan dalam hal perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, renovasi sekolah, bantuan alat tulis, dan apa pun lainnya.

“Target saya minimal tahun 2021 sudah 60% terlaksana,” ungkapnya.

Selama menjalankan tugas sebagai pemimpin perempuan, Ade berpendapat saat ini sudah tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Menurut dia, jabatan adalah hasil merebut dan bertarung dengan kaum laki-laki. Begitu juga dirinya dalam menerapkan ini untuk para Kepala Dinas.

Hanya orang berprestasilah yang layak menduduki suatu jabatan. Kalau memang perempuan lebih mampu dan layak, maka bisa menjabat di Pemerintah Daerah.

“Kesempatan kini terbuka lebar, kami sudah tidak mensyaratkan atau membedakan gender dalam jabatan,” tegasnya.

Dalam pandangannya, dari segi tanggung jawab perempuan relatif lebih pintar me-manage, karena terbiasa mengurus rumah tangga, suami, anak, dan urusan lainnya.

Hal yang perlu dikembangkan adalah integritas atau dedikasi yang dimulai dari dalam diri, misalnya selalu tepat waktu. Menjadi pemimpin yang baik perlu dimulai dari niat dan komitmen, serta jangan pernah mengabaikan atau meremehkan.

“Jika kita memulai dari hal-hal kecil nantinya akan menjadi terbiasa untuk hal yang lebih besar,” katanya.

Dia berharap agar selalu dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya. Dia juga menyampaikan bahwa sejatinya seorang pemimpin tidak dilihat dari seberapa besarnya dia berhasil membangun, atau seberapa pintarnya mengelola pemerintahan.

“Tetapi pencapaian terakhir dari seorang pemimpin adalah ketika dia dicintai oleh rakyatnya,” pungkas Ade. (Anggie/WO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here