Adakah Keistimewaan Meninggal di Bulan Ramadhan? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

260
Ustadz Adi Hidayat (UAH).

Jakarta, Muslim Obsession – Sebagai umat Islam, pasti percaya atau meyakini semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati. Termasuk manusia, hanya saja ada tiga hal yang tidak diketahui dari kamatian, yakni kapan, di mana, dan dengan cara apa dia meninggal.

Manusia bisa meninggal kapan saja, di mana saja. Kematian ini menjadi sesuatu yang misterius, karena Allah mencabut nyawa manusia tidak harus menunggu dia sakit. Seorang yang sehat, tanpa melakukan apa pun bisa tiba-tiba meninggal.

Namun, tidak terlepas dari itu semua, diketahui Umat Islam sekarang tengah menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan ialah bulan penuh ampunan dan juga merupakan ladang pahala bagi kita umat muslimin dunia. Banyak sekali keberkahan yang ada di bulan ini.

Lalu, bagaimana orang yang wafat di bulan Ramadhan ini. Apakah punya beberapa keistimewaan yang banyak orang tidak tahu?

Menurut Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah tausiyahnya, orang yang wafat di bulan suci Ramadhan ini belum tentu menjadi tanda kebaikan di dalam wafatnya. Artinya bulan Ramadhan tidak menentukan keistimewaan dari kematian seseorang.

“Orang yang wafat pada bulan Ramadhan, belum tentu menjadi tanda kebaikan dalam wafatnya, kecuali jika dia wafat dalam keadaan yang sholeh, meningkatkan amal baik kepada Allah SWT,” dikutip dari tausyiah berjudul “Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan.”

Ustadz yang akrab dipanggil UAH inipun, memberikan masukan untuk kita, jika ingin wafat dalam kebaikan-kebaikan ada sesuatu yang harus dikerjakan.

“Namun, jika ingin wafat dalam kebaikan, maka tingkatkanlah amal sholeh, maka kapanpun Anda meninggal kepada Allah SWT kembali, maka Allah wafatkan dalam keadaan husnul khotimah,” sambil menambahkan (QS. Al-Fajr : 27-30). (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here