Adakah Arwah Gentayangan?

218

Oleh: Drs H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Mati gentayangan karena bunuh diri dan juga mati tidak wajar maka arwahnya akan gentayangan selama 40 hari. Benarkah anggapan ini?

Arwah orang yang telah meninggal dunia ketika keluar dari jasad akan berada pada suatu tempat sesuai dengan derajat dan amal orang tersebut. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر

“Tidak ada (penyakit) menular, ramalan buruk, arwah gentayangan dan cacing kudis (yang menular),” (HR. Bukhari dan Muslim).

Redaksional hadits tersebut dengan menggunanakan La Nafi pada lafadz (لا هامة) yang mengindikasikan bahwa fenomena arwah orang mati gentayangan TIDAK TERJADI. Hadits ini sesuai dengan QS. Az-Zumar Ayat 42:

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الۡاَنۡفُسَ حِيۡنَ مَوۡتِهَا وَالَّتِىۡ لَمۡ تَمُتۡ فِىۡ مَنَامِهَا ۚ فَيُمۡسِكُ الَّتِىۡ قَضٰى عَلَيۡهَا الۡمَوۡتَ وَ يُرۡسِلُ الۡاُخۡرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ؕ اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوۡمٍ يَّتَفَكَّرُوۡنَ

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir”.

Lalu siapa yang sering menyerupai yang wafat?

Yang menyerupai kita adalah Jin Qorin. Jin ini ada sejak kita dilahirkan sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menurut riwayat shahih Muslim.

مُسلم : حَدثنِي هَارُون بن سعيد ، ثَنَا ابْن وهب ، أَخْبرنِي أَبُو صَخْر ، عَن ابْن قسيط ، حَدثهُ أَن عُرْوَة حَدثهُ ، أَن عَائِشَة زوج النَّبِي – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  – حدثته ” أَن رَسُول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  – خرج من عِنْدهَا لَيْلًا ، قَالَت : فغرت عَلَيْهِ فجَاء فَرَأى مَا أصنع ، فَقَالَ : مَا لَك يَا عَائِشَة ؟ أغرت ؟ فَقلت : وَمَا لي لَا يغار مثلي على مثلك . فَقَالَ رَسُول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  – : أقد جَاءَك شَيْطَانك ؟ قَالَت : يَا رَسُول الله ، أَو معي شَيْطَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : وَمَعَ كل إِنْسَان ؟ قَالَ : نعم . قلت : ومعك يَا رَسُول الله ؟ قَالَ : نعم ، وَلَكِن رَبِّي أعانني عَلَيْهِ حَتَّى أسلم

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya, Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan,” (HR. Muslim).

مُسلم : حَدثنَا مُحَمَّد بن مثنى وَابْن بشار قَالَا : ثَنَا عبد الرَّحْمَن – هُوَ ابْن مهْدي – عَن سُفْيَان . وثنا أَبُو بكر بن أبي شيبَة ، ثَنَا يحيى بن آدم ، عَن عمار بن رُزَيْق ، كِلَاهُمَا عَن مَنْصُور بِإِسْنَاد جرير مثل حَدِيثه ، غير أَن فِي حَدِيث سُفْيَان ” وَقد وكل بِهِ قرينه من الْجِنّ وقرينه من الْمَلَائِكَة

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorangpun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta)dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat,” (HR. Muslim).

Jadi, manusia itu dari kecil mempunyai PENYERTA yang bertugas melindungi. Ada yang dari golongan jin, atau Jin Qorin, ada yang dari golongan malaikat namanya Malaikat Muaqibat. Jika dari golongan malaikat, setelah manusia wafat maka 4 malaikat ini kembali kepada Allah Ta’ala. Sementara dari golongan jin yang taat dia akan mematuhi perintah-perintah Allah. Tapi jika jin ahlul maksiat, dia akan menakuti-manusia manusia yang hidup.

Allah berfirman,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah,” (QS. Ar-Ra’du: 11).

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here