Ada Surga di Rumahmu

1272
Happy family with several members in education process

Muslim Obsession – Pada suatu Hari Raya, secara tidak sengaja, Khalifah Umar bin Khatab berjumpa dengan seorang anak kecil. Ia berpakaian compang-camping.

Melihat kondisi sang anak, berurailah air mata beliau. Tanpa disadari, ternyata sang anak memperhatikan Khalifah Umar yang tengah menangis.

“Kenapa engkau menangis wahai Amirul Mukminin?” tanya sang anak kepada Khalifah Umar.

Dengan terus berurai air mata, Khalifah Umar menjawab pertanyaan bocah malang itu.

“Wahai anakku, aku khawatir jika anak-anak lain melihatmu memakai pakaian seburuk ini, hatimu akan terluka (karena ejekan mereka),” ujar Khalifah Umar.

Namun, anak itu menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, orang yang hatinya terluka adalah orang yang dicabut darinya keridhaan Allah dan orang yang mendurhakai kedua orangtuanya. Sesungguhnya, aku berharap Allah meridhoiku,” jawab sang anak.

Sungguh, Khalifah Umar merasa kagum dengan jawaban sang anak. Ia memahami selama ridho Allah dan ridho orangtua terus mengalir, hatinya tidak akan terluka dengan hal apapun.

Dalam buku karangan Ustadz Al Habsy berjudul Ada Surga di Rumahmu, terdapat beberapa kisah sahabat tentang kemuliaan orang tua.

Bahkan, sebelum jauh kita berandai surga di akhirat, ada surga di dunia, surga di rumah yang kerap terlupakan, tidak lain merekalah orangtua kita.

Dalam riwayat Ibnu Umar, pernah ada seseorang datang menemui Rasulullah Saw. dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku berbaiat kepada engkau untuk berhijrah. Aku telah meninggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis (tidak rela anaknya pergi hijrah).”

Mendengar demikian Rasulullah bersabda, “Kembalilah kepada mereka dan berusahalah membuat mereka tersenyum, sebagaimana engkau telah membuat mereka menangis,” ujar Rasulullah diriwayatkan oleh Abu Daud.

Hijrah merupakan jalan menuju surga, tapi ketika ada surga di rumah, Rasulullah lantas memerintahkan untuk kembali ke rumah. Karena surga utama berada di rumah, yakni orangtua.

Karenanya, dalam sebuah riwayat Rasulullah Saw. bersabda, “Orangtua adalah pintu surga Al-Awsath (paling tengah). Terserah engkau, apakah engkau akan sia-siakan atau engkau pergunakan kesempatan itu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dikisahkan, ketika Haiwah bin Syuraih atau yang lebih dikenal dengan Abu Zur’ah, seorang ulama besar hadits tengah berada di majelis. Ia sedang mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Saat itu juga, ibunya memanggilnya.

“Wahai Haiwah, kemarilah ke rumah, berikan makan kepada ayam-ayam peliharaan kita,” perintah sang ibu.

Tanpa rasa malu, gengsi atau jengkel, Haiwah berdiri dan bergegas meninggalkan majelis menuju surga di rumahnya. Ia memberi makan ayam-ayam sesuai perintah ibunya.

Maka dari pendidikan dan doa ibunya pula, Haiwah merasakan sukses di dunia. Ia menjadi ulama rujukan umat. Demikian murid-muridnya pun akhirnya memahami, betapa sudah sepantasnya mementingkan surga di rumah.

Wallahu A’lam bis Shawab. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here