ACT Santuni Keluarga Almarhum Alfin Lestaluhu

210
Serah terima santunan dari ACT kepada keluarga Alfin Lestaluhu di Jalan Wailatu, Kompleks Batu Gaja, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Jumat (1/11/2019). (Foto: ACT/Istimewa)

Maluku Tengah, Muslim Obsession – Aksi Cepat Tanggap (ACT) bertakziah ke kediaman orangtua almarhum pemain sepakbola Timnas U-16 Alfin Farhan Lestaluhu (15), Jumat (1/11/2019).

Selain takziah ke kediaman orangtua almarhum yang terletak di Jalan Wailatu, Kompleks Batu Gaja, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, ACT juga menyerahkan santunan kepada keluarga Alfin sebesar Rp 100 juta.

Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu mengatakan, santunan ini diberikan sebagai tanda apresiasi ACT kepada atlet yang telah berjuang untuk bangsa.

“Alfin merupakan salah satu atlet muda kebanggaan Maluku dan Indonesia,” ungkap Wahab. (Baca juga: Tutup Usia, Pemain Timnas U-16 Ini Punya Suara Merdu Saat Adzan)

Alfin meninggal dunia pada Kamis (31/10). Dari hasil diagnosis dokter, Alfin meninggal dunia karena radang otak atau encephalistis.

Saat ditemui di kediamannya, sang ayah, Erwin Lestaluhu mengatakan, Alfin merupakan anak yang gigih dalam memperjuangkan cita-citanya. Terlebih di usianya yang baru saja menginjak 15 tahun, Alfin telah mengukir prestasi yang sangat membanggakan orangtua dan negara.

“Dia (Alfin) anak pertama saya, dia sangat membanggakan, dan menjadi inspirasi adik-adiknya,” ungkap Erwin.

Erwin menuturkan, pada 24 September 2019 lalu, Alfin kembali ke Ambon setelah bermain untuk Tim Nasional Indonesia di ajang kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Setibanya di Bandara Pattimura Ambon, Alfin muntah dan kondisi kesehatannya menurun. Ia mengeluhkan sakit di bagian perut. Akan tetapi setelah mendapatkan perawatan, ia sembuh.

Namun, dua hari kemudian gempa magnitudo 6,5 mengguncang Ambon. Alfin dan ribuan warga lainnya terkena dampak gempa, Kamis (26/9). Mereka menempati berbagai titik pengungsian, tak terkecuali Alfin yang mengungsi di Desa Tulehu bersama keluarganya.

Di pengungsian inilah, Alfin mengalami sakit lagi di bagian perutnya yang kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Akan tetapi, sakit Alfin tak kunjung sembuh. Ia dibawa ke rumah sakit di Ambon. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI yang mendapatkan kabar salah satu pemain berbakatnya sedang sakit, langsung mengambil langkah membawa Alfin untuk berobat ke Jakarta.

Ia kemudian dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dan mengalami koma hingga akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Dari pantauan ACT, jenazah Alfin tiba di Bandara Pattimura sekitar pukul 12.30 WIT. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Tulehu dan telah dimakamkan sekitar pukul 15.00 WIT.

Kepergian Alfin membuat keluarga sangat bersedih, terlebih selama ini Alfin menjadi kebanggaan dan meninggalkan orangtuanya serta dua adiknya. (**)

 


Informasi lain seputar aksi kemanusiaan ACT dapat dibaca di Muslim Obsession. Dan bagi Anda yang ingin berpartisipasi untuk menyalurkan donasi dapat mengikuti LINK ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here