ACT Bantu 1.500 Baju Penghangat Bagi Anak-anak Pengungsi Rohingya

651

Thengkali, Muslim Obsession – Musim dingin mengancam anak-anak Rohingya yang tinggal di kamp pengungsian. Mereka tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan tanpa adanya kebutuhan sandang, pangan maupun papan yang memadai.

Pada penghujung akhir tahun 2017, Bangladesh sudah memasuki musim dingin. Bantuan kemanusiaan pun sangat diperlukan bagi keberlangsungan mereka selama di kamp pengungsian.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia pun turut berpartisipasi dengan membagikan sweater atau baju hangat kepada anak-anak pengungsi Rohingya di Shobullaka Thengkhali, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (25/12/2017).

Sebanyak 450 paket dibagikan pada tahap pertama dari total 1.500 paket. Proses pembagian ini dilakukan di dua tempat berbeda, yakni di Madrasah Shabulakata Thengkali, dan Masjid Furkhani Nusantara ACT.

Hadir dalam kesempatan itu Koordinator Tim SOS ACT Rohingya Untuk Bangladesh Rahadiansyah, GM Communication ACT Lukman Azis, serta puluhan anak-anak dan perwakilan orang tua pengungsi Rohingya.

“Ini sebuah upaya ACT untuk memberikan solusi bagi mereka (anak-anak) di musim dingin ini,” kata Rahadiansyah.

Pembagian baju hangat ini sebelumnya dilarang militer Bangladesh karena harus izin mereka terlebih dahulu. Namun pada akhirnya prosesnya berjalan lancar tanpa melibatkan militer di sana.

Rencananya pembagian tahap kedua akan dilakukan keesokan harinya di dua lokasi berbeda di Thengkali, yakni di School Shabulakata Al Bina II, dan Thegkali Darul Hadist.

Sebelumnya ACT telah membagikan 2.000 paket baju hangat kepada pengungsi orang dewasa. ACT juga mendirikan masjid dan membagikan 2.000 noorani book (buku iqra) di 5 madrasah berbeda.

PBB mencatat sebanyak 450.000 anak-anak, atau 55 persen dari populasi pengungsi, tinggal di kamp pengungsian di Bangladesh menyusul terjadinya konflik di Rakhine, Myanmar, beberapa waktu lalu. (Has)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here