Abu Dhabi Jadi Tuan Rumah Kongres Muslim Minoritas

635
Dr. Ali Rashid An-Nuaimi saat konferensi pers di hotel Ritz Carlton di Abu Dhabi (Photo: Khaleej Times) 

Abu Dhabi, Muslim Obsession – Bulan Mei 2018 mendatang, Abu Dhabi akan menjadi tuan rumah Kongres Muslim Minoritas atau the International Muslim Minorities Conference (IMMC).

Konferensi yang berlangsung 2 hari tersebut, bertema ‘Masa Depan Minoritas Muslim: Peluang dan Tantangan’. Dilansir Khaleej Times, Kamis (15/2/2018), IMMC pada hari pertama akan diadakan di ibukota pada 8-9 Mei 2018.

IMMC akan membahas tantangan yang dihadapi kaum minoritas Muslim di seluruh dunia. Serta membahas segala kebutuhan untuk mendukung mereka. Terutama dengan menyebarkan budaya toleransi, perdamaian dan koeksistensi, yang merupakan nilai-nilai fundamental Islam.

Terorganisir di bawah naungan Sheikh Nahyan bin Mubarak An-Nahyan, Minister of Tolerance, konferensi tersebut sejalan dengan misi UEA untuk menyebarkan budaya damai dan toleransi di antara sejumlah agama dan budaya. Serta untuk membela hak-hak minoritas dan budaya Muslim di manapun mereka berada.

Dr Ali Rashid An-Nuaimi, ketua komite tertinggi IMMC, mengatakan dalam sebuah konferensi pers, muslim minoritas perlu dukungan di seluruh dunia. Agar mereka semua dapat meraih kesuksesan di semua bidang kehidupan.

“Ada banyak Muslim minoritas di berbagai belahan dunia dan mayoritas mereka adalah imigran di negara-negara ini,” tutur An-Nuami.

Menurutnya, padahal beberapa dari umat Islam tersebut telah berhasil beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, di samping itu banyak pula yang menghadapi tantangan isolasi dan tidak diterima oleh masyarakat tempat mereka tinggal.

“Dengan kasus Islamophobia di berbagai belahan dunia, tentu mendorong ucapan-ucapan yang mengandung unsur kebencian. Banyak tuduhan yang mengatakan Islam bertentangan dengan perdamaian. Kita harus melawan tuduhan itu,” ujarnya.

Ia mencatat konferensi tersebut, akan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari berbagai belahan dunia. Menurutnya, ini kesempatan baik membahas tentang kemanusiaan, toleransi, perdamaian dan perang melawan kekerasan. Serta ekstremisme di seluruh dunia.

“Kami ingin menyebarkan pesan kepada dunia, Islam adalah agama yang damai. Islam mengajarkan toleransi dan cinta satu sama lain,” katanya.

“Kita perlu membuka cakrawala untuk minoritas Muslim, sehingga mereka bisa mendapatkan harapan dan kesuksesan di manapun mereka berada. Karena mereka adalah orang-orang damai,” tambahnya.

Dr Mohamed Bashary, anggota Komite Agung dan Sekretaris Jenderal Konferensi Islam Eropa, sangat mengapresiasi acara IMMC.

“Acara ini pertama kali dalam sejarah dan menyimpan keunikan. Karena mempertemukan minoritas Muslim, yang notabene bukan dari anggota Organisation of Islamic Countries (OIC),” ujarnya.

Bashary juga menilai acara tersebut menyoroti perdamaian dan toleransi. Serta, mendukung pentingnya koeksistensi dengan orang-orang dari agama dan budaya lain.

“Sangat penting bagi semua orang untuk menerima satu sama lain. Menerima perbedaan dan saling mendukung,” tuturnya.

Konferensi tersebut juga akan membahas beberapa isu. Termasuk situasi kaum minoritas Muslim dalam konteks global, peluang dan tantangannya. Serta, fenomena ekstremisme yang berkembang dan Islamophobia. Sekaligus, perannya dalam mengusung strategi integrasi sosial dan dampaknya terhadap perdamaian di masyarakat. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here