Abah Tono Ngaku Dipaksa Bohong Dapat Rp 1.500 Oleh Perekam Video

219

Bandung, Muslim Obsession – Abah Tono, warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang sempat viral beberapa hari lalu memberikan pengakuan mengejutkan. Ia menyebut dirinya terpaksa berbohong dengan mengatakan hanya dapat Rp 1.500 dari hasilnya memulung rongsokan karena dipaksa oleh si perekam video.

Dalam video klarifikasi tersebut, Abah Tono mengaku hanya spontan menyebut pendapatannya Rp 1.500 per hari lantaran dia dipaksa seorang pemuda untuk wawancara dengan format video. Padahal, dia sudah menolak untuk wawancara dengan alasan akan pergi memulung mencari rongsokan. (Baca: Viral! Sorot Mata Pemulung Tua Ini Bikin Netizen Menangis)

“Itu si adik itu terus maksa. Di nanya pendapatan Abah sehari berapa, Rp. 1.500 betul itu yang keluar dari mulut Abah. Dia nanya cukup? Saya jawab cukup kalau buat beli kerupuk sama air minum. Dia ada lagi, saya langsung lari, begitu,” tutur Abah Tono.

Namun video Abah Tono hanya mendapat uang Rp 1.500 sudah kadung viral dan membuat simpatik warganet dan masyarakat. Sehingga bantuan terhadap Abah Tono masih terus mengalir. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan donotur yang sudah membantu dirinya.

“Kepada yang sudah memberi bantuan kepada Abah, Abah mngucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuan dari kalian. Semoga dibalas sama Allah. Mohon maaf saja kepada semua relawan-relawan atau bantuan dari semua pihak. Kepada tetangga, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangauban, Kabupaten Bandun, Jawa Barat, Enep Rusna mengatakan, meski Abah Tono berbohong dengan mengatakan hanya dapat Rp 1.500 dari memulung, padahal rumahnya dua tingkat, tetapi yang bersangkutan tetap mendapat bantuan dari pemerintah desa setiap bulan.

Sebelumnya, pengakuan Abah Tono hanya mendapat uang Rp 1.500 dari memulung barang rongsokan di Bandung, Jawa Barat, membuat tetangganya meradang dan malu.

Sebab, setelah pengakuannya viral, tetangganya di Kampung Babakan Sondiri, RT 02 RW 07, Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, menjadi malu karena dianggap tidak peduli.

Padahal, kenyataannya Abah Tono termasuk warga yang berkecukupan, bahkan rumahnya saja dua tingkat. Menjadi pemulung sebenarnya bukan pekerjaan Abah Tono. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here