9 Orang yang Disebut Assabiqunal Awwalun, Siapa Saja?

170

Jakarta, Muslim Obsession – Kehadiran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai agama penyempurna dari nabi-nabi sebelumnya ternyata tidak langsung begitu saja diterima oleh bangsa Arab di masa-masa awal. Nabi bahkan dimusuhi masyarakat Arab.

Namun, ada segelintir orang yang langsung percaya dan mengimani kewahyuhan Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah Islam. Orang-orang ini disebut “assabiqunal awwalun” atau orang yang pertama kali mengimani kenabian Muhammad dan masuk Islam.

“Orang-orang yang pertama kali menerima ajakan dan seruan Nabi Muhammad SAW disebut dengan assabiqunal awwalun, atau mereka yang pertama masuk Islam,” tulis buku Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Madrasah Aliyah Kelas X karya Drs Imam Subchi, MA.

Tidak banyak, orang pertama masuk Islam jumlahnya ada sembilan. Tapi ada beberapa ulama yang menyebut orang yang pertama kali masuk Islam atau mengimani kenabian Muhammad sebagai pembawa agama Islam adalah istrinya sendiri, yakni Sayidah Khadijah.

Mengapa? Karena Khadijah adalah orang yang paling dekat dengan Nabi, paling tahu kondisi Nabi. Bahkan jauh sebelum dianggkat sebagai Nabi, Khadijah sudah menemani Muhammad.

Berikut 9 daftar orang yang pertama masuk Islam:

Sayidah Khadijah binti Khuwailid

Zaid bin Haritsah

Ali bin Abi Thalib

Abu Bakar Al-Shiddiq

Utsman bin Affan

Az-Zubair bin Al-Awwam

Abdurrahman bin Auf

Sa’ad bin Abi Waqqash

Thalhah bin Ubaidillah.

Para assabiqunal awwalun disebutkan dalam kitab Sirah Nabawiyah. Khadijah adalah istri Nabi SAW dan Zaid adalah anak angkat beliau.

Masih dalam lingkungan keluarga, Ali adalah sepupu Rasulullah SAW. Assabiqunal awwalun selanjutnya adalah Abu Bakar yang merupakan sahabat Nabi SAW. Atas kegigihan Abu Bakar, daftar assabiqunal awwalun menjadi sempurna.

Peran orang yang pertama masuk Islam sangat besar dalam mendukung penyebaran agama. Dakwah Islam berhasil karena peran mereka yang dikenal punya pribadi baik, bertanggung jawab, dan terhormat di masyarakat.

Keberanian, ketangguhan, dan kesabaran para assabiqunal awwalun tak bisa lagi diragukan. Dikutip dari situs Muhammadiyah, Allah SWT menjanjikan surga pada mereka seperti yang tercantum dalam At-Taubah ayat 100,

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Arab latin: Was-sābiqụnal-awwalụna minal-muhājirīna wal-anṣāri wallażīnattaba’ụhum bi`iḥsānir raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-hu wa a’adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, żālikal-fauzul-‘aẓīm

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”

Kualitas para assabiqunal awwalun kembali ditegaskan dalam salah satu hadits Nabi SAW,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ يَجِيءُ أَقْوَامٌ تَسْبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهِمْ يَمِينَهُ، وَيَمِينُهُ شَهَادَتَهُ. رواه البخاري، ومسلم

Dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah masaku, lalu orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka. Selanjutnya datang kaum-kaum yang kesaksian salah seorang mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Wallahu a’lam bisa shawab. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here