72 Tahun Roem-Roijen

85
Roem-Roijen
Perjanjian Roem-Roijen (juga disebut Perjanjian Roem-Van Roijen) adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta. Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan Herman van Roijen.

Lukman HakiemOleh: Lukman Hakiem (Peminat Sejarah)

SETELAH melakukan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948, Belanda mengira sudah berhasil menghancurkan negara Republik Indonesia karena telah berhasil menduduki ibukota Yogyakarta serta menangkapi Presiden, Wakil Presiden, para menteri, dan pemimpin Republik.

Di luar dugaan, pada hari itu juga di Bukittinggi, Sumatera Barat, dua anak bangsa: Menteri Kemakmuran Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Komisaris Pemerintah Pusat di Sumatera Mr. T.M. Hasan memproklamasikan berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) untuk melanjutkan perjuangan dan eksistensi RI.

Kedua tokoh itu bergerak cepat. Membentuk Kabinet dan menunjuk Komisaris PDRI di Pulau Jawa. Dalam rangka ini, Ketua PDRI Sjafruddin menetapkan Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar Angkatan Perang PDRI. Sudirman dan jajaran militer menerima penetapan itu dan menyatakan ketaatannya kepada PDRI.

Berkat informasi yang terus-menerus disiarkan oleh PDRI, pandangan dunia internasional terhadap Indonesia berubah menjadi positif. Dunia mendesak Belanda agar kembali ke meja perundingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here