7.500 Maba UMM Bentuk Formasi untuk Lombok

1900
Tajamkan Empati Kebangsaan, 7.500 Maba UMM Bentuk Formasi untuk Lombok (Foto: Muhammadiyah)

Malang, Muslim Obsession – Semangat generasi muda peduli bangsa menggema di Heliped Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ahad (2/9/2018).

Pada Pra Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pra Pesmaba) 2018, sebanyak 7500 mahasiswa baru UMM berkumpul dan membentuk Jas Merah Mob dengan berbagai formasi bertema kebangsaan antara lain Merah-putih, KH Ahmad Dahlan, Logo UMM, Students Today Leaders Tomorrow, Peta Indonesia dan yang istimewa adalah Pray for Lombok.

Rektor UMM Fauzan menyampaikan, Jas Merah Mob ini menjadi salah satu media untuk meneguhkan kembali semangat para generasi muda, khususnya para mahasiswa baru UMM agar memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Karenanya, tema yang ditampilkan mengusung suasana kebangsaan.

“Jadi bukan sekadar memberitahukan identitas UMM, tapi juga menegaskan bahwa UMM harus menjadi bagian dari masyarakat yang bertanggung jawab atas keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya, melalui siaran pers Humas UMM, Senin (3/9/2018).

Menguraikan keistimewaan salah satu formasi yakni UMM for Lombok, Fauzan menambahkan bahwa ini menjadi bentuk empati UMM terhadap bencana gempa yang terjadi di Lombok. Melalui Jas Merah Mob tersebut UMM memvisualisasikan kepedulian, di samping juga mengirimkan tenaga dan bantuan dalam bentuk lain ke sana.

“Kita harus mengingatkan kepada masyarakat luas, bahwa apa yang terjadi di Lombok itu tidak boleh hanya dirasakan oleh mereka yang ada di sana saja, tetapi yang lain juga harus ikut merasakan, termasuk generasi baru yang juga harus kita perkenalkan empati,” ujarnya.

Pesmaba UMM dilaksankan Senin-Kamis (3-6/9/2018). Gelaran ini menjadi  wadah untuk penciptaan psikologis mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dengan dunia kampus. Melalui Pesmaba diharapkan proses adaptasi mahasiswa dalam masa transisi berlangsung lebih cepat.

“Karena seperti kita tahu mereka ini kan anak-anak SMA, yang berbeda culture dengan mahasiswa. Dalam rangka menjembatani itu, maka Pesmaba adalah jawabnnya. Pesmaba ini isinya pengenalan, mulai fasilitas, studi, infrastruktur yang mendukung, termasuk juga bagaimana nanti ketika dia menjadi mahasiswa UMM,” papar Fauzan.

Pada Pra Pesmaba hari ini, Fauzan menyampaikan harapannya kepada para peserta dan panitia agar pelaksanaan Pesmaba dapat berlangsung menyenangkan. Tak lupa ia pun mengingatkan para mahasiswa baru untuk mulai membangun visi dan mimpi untuk mencapai cita-cita masing-masing. Bukan hanya itu, semangat berkompetisi juga ditegaskannya agar dapat selalu hidup di dalam diri para mahasiswa.

Fauzan menguraikan, selama 10 tahun UMM terus meraih Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah 7 Jawa Timur. Capaian membanggakan ini juga berkat prestasi para mahasiswa.

Dalam kurun waktu satu tahun, tak kurang dari 600 prestasi mahasiswa ditorehkan. Selanjutnya menjadi konsekuensi logis untuk universitas memberikan penghargaan dan bantuan finansial maupun akademik bagi mahasiswa berprestasi tersebut.

“Jika nanti saudara dapat menunjukkan suatu kinerja yang terukur, UMM tidak segan-segan memberikan reward. Ini dalam rangka memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompertisi,” pungkasnya.

Selain Jas Merah Mob yang membentuk berbagai formasi istimewa tersebut, pada Pra Pesmaba ini para mahasiswa baru juga meneriakkan yel-yel selama pembentukan formasi, yang berbunyi  Satu Nusa Satu Bangsa Indonesia dan Al-Islam Agamaku, Muhammadiyah Gerakanku. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here