6 Perubahan Gaya Hidup Arab Saudi Tahun Ini

1883
Raja Salman

Muslim Obsession – Kehidupan di Arab Saudi akan terlihat sangat berbeda pada tahun 2018. Kerajaan tersebut mendorong maju dengan perombakan ekonomi yang bertujuan untuk mengakhiri ‘kecanduan minyak’ seperti apa yang dikatakan oleh Putra Mahkota Raja Salman bin Abdul Aziz, Pangeran Muhammad bin Salman.

Perubahan berlangsung cepat dan beberapa reformasi besar diumumkan sejak Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan Vision 2030 pada 2016. Berikut ini enam perubahan terbesar di Arab Saudi selama 12 bulan ini, seperti yang dikutip dari CNN Money, 3 Januari 2018.

Perubahan pertama yang dilakukan yaitu, menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penduduk Arab Saudi kini harus mulai membayar lebih untuk BBM. Perusahaan minyak terbesar di dunia milik Arab Saudi, Aramco mulai mendongkrak harga BBM hingga 127 persen pada 1 Januari 2018. BBM premium di Arab Saudi sekarang ini seharga 2,04 riyal – setara dengan sekitar 2,05 Dolar AS atau Rp7.350 per liter.

“Meskipun ini bisa melemahkan konsumsi masyarakat, diharapkan hal ini dapat mengembalikan tekad pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi non-minyak,” kata Al-Rajhi Capital yang berbasis di Riyadh dalam sebuah laporan.

Mulai 1 Januari 2018 Arab Saudi juga memberlakukan pembayaran pajak 5 persen untuk penduduk Arab Saudi setiap pembelian barang dan jasa. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan pendapatan pemerintah dari sumber selain minyak.

Kedua, Arab Saudi akan kembali membuka bioskop setelah larangan 35 tahun terakhir. Pemerintah mulai memberikan izin kepada lisensi bioskop komersial tahun ini yang akan tayang perdana pada Bulan Maret 2018.

Chief Executive Officer (CEO) AMC –yang merupakan saluran televisi berbayar di AS, Adam Aron memperkirakan pasar per film-an di Arab Saudi bisa mencapai 1 miliar dolar atau setara Rp13,5 triliun. Pasalnya, mengingat warga Arab Saudi mencapai 30 juta jiwa hingga banyak perusahaan-perusahan per film-an yang mengerjar peluang di negara tersebut.

Ketiga, larangan yang menyebutkan wanita tidak diizinkan untuk mengemudi mobil, kini akan dihapus pada bulan Juni 2018 nanti. Pengumuman tersebut menyusul ketika keputusan pemerintah pada bulan September 2017 lalu. Banyak wanita berkampanye untuk hak mengemudi selama beberapa tahun lalu dan sebagian dari mereka telah ditangkap karena menentang larangan tersebut.

Kebijakan tersebut sebagai memacu pertumbuhan dan memberi perempuan peran yang jauh lebih besar dalam perekonomian. Saat ini hanya 22 persen dari perempuan Arab Saudi yang aktif bekerja. Sesuai visi di tahun 2030, diharapkan jumlah perempuan Saudi yang bekerja akan mencapai 30 persen.

Yang keempat, selain diizinkan dalam mengendari mobil, perempuan Arab Saudi diperbolehkan untuk menonton pertandingan olahraga di tiga stadion kota besar Arab Saudi. Otoritas Olahraga Umum, badan olahraga Negara Arab Saudi mengatakan, tiga stadion terbesar di negara tersebut akan ‘mengakomodasi keluarga’ pada awal tahun ini.

Tempat duduk pria dan wanita di Arab Saudi biasanya dipisahkan dalam ruang publik. Namun, kebiasaan itu secara perlahan mulai longgar mengingat kini diperbolehkannya pria dan wanita dapat duduk satu ruangan di beberapa konser musik dan acara pada tahun 2017 lalu.

“Reformasi yang paling penting tahun ini dengan melibatkan hak-hak perempuan. Saya pun tidak akan terkejut, apabila nantinya melihat perempuan Saudi akan menduduki posisi sebagai menteri,” kata Salman Al-Ansari, Presiden Saudi-American Public Relation Affairs Committee.

Kelima, untuk pertama kalinya, wisatawan mancanegara akan mendapatkan visa. Pangeran Sultan bin Salman, Kepala Komisi Turisme dan Warisan Budaya Saudi, mengatakan akan menerbitkan visa turis pertamanya di tahun 2018. Sebelumnya, visa hanya diperuntukkan kepada orang- orang yang bepergian ke negara tersebut untuk bekerja atau mengunjungi tempat-tempat suci.

Pemerintah Arab Saudi memiliki rencana ambisius untuk menumbuhkan industri pariwisata. Mereka telah mengumumkan pembangunan proyek, yaitu membangun serangkaian resort di sekitar 100 mil dari garis pesisir Laut Merah. Bertujuan untuk menarik target 30 juta pengunjung pada tahun 2030, dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 18 juta.

Terakhir, para pejabat Arab Saudi berulang kali menyatakan bahwa mereka berencana akan menjual sebagian saham Aramco pada tahun 2018. Jika itu terjadi, penjualan tersebut diperkirakan akan menjadi daftar pasar saham terbesar dalam catatan sejarah.

Pemerintah mengharapkan penawaran umum perdana untuk nilai Aramco mencapai 2 triliun dolar AS. Jika pasar setuju, maka saham Saudi dijual 5 persen kepada investor dan akan menghasilkan dana senilai 100 dolar AS. (Reska)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here