5.000 Pengungsi Palestina di Jordania Dapat Bantuan dari Relawan Indonesia

52

Jordania, Muslim Obsession – Relawan dari Indonesia Eko Sulistio untuk sekian kalinya mengunjungi kamp-kamp pengungsian rakyat Palestina yang ada Jordania. Pasca konflik perang dengan zionis Israel, Eko setidaknya sudah dua kali datang ke Jordan untuk mendistribusikan bantuan dari rakyat Indonesia.

Eko menuturkan, kehidupan para pengungsi Palestina di Jordania masih sangat memperihatinkan karena mereka hanya mengandalkan bantuan dari negara donor. Bahkan berdasarkan laporan yang ia terima pengungsi Palestina di Jordania menjadi yang terbanyak, yakni sebesar 4,4 juta jiwa.

“Jadi ini adalah bantuan tahap II pasca konflik dengan Israel. Jumlah pengungsi di sini cukup banyak berdasarkan sensus penduduk ada sekitar 4,4 juta warga Palestina di Jordania,” ujar Eko saat dihubungi, Rabu (7/7/2021).



Eko menyebut aksi kemanusian ini sudah berlangsung sejak 15 Juni 2021 dan akan berakhir sampai 30 Juli 2021 atau tepat pada hari raya Idul Adha. Sebab, pihaknya juga akan mengadakan program bantuan kurban untuk rakyat Palestina.

“Selain bantuan makanan, obat-obatan dan juga kebutuhan pokok lain, kita juga akan mendistribusikan daging hewan qurban untuk diberikan kepada para pengungsi,” ucapnya.

Adapun bantuan yang sudah diberikan kepada rakyat Palestina, yakni

– Beras total Sebanyak 25 ton.
– Cooking oil / minyak goreng total sebanyak ± 25.000 liter .
– Bawang merah 80.000kg
-Kacang-kacangan ± 80.000Kg
– Gula ± 80.000Kg
– Mie kuning ±50.000 pack
– Mie putih ±50.000 pack
– Garam ±8 ton
– Tepung ±8 ton
– Susu 500.000 ± kaleng
– Kentang ± 8 ton
– Keju 4000 batang
– Roti 1 ton
– Daging ayam beku sebanyak 5000 ekor
– Biscuit 10.000 pack
– Coklat 10.000 batang

“Paket bantuan makanan keluarga ini  diperuntukan untuk ± 5.000 kepala keluarga yang tersebar di kamp-kamp pengungsian yang ada Jordania dari 20 lembaga kemanusian,” terang Eko.


Adapun kamp-kamp pengunsian tersebut berada di Kamp Suff Provinsi Jerash, dan Kamp Gaza, kemudian kamp Syuk’nah di Provinsi Zarqo, ada juga di kamp PenBaq’Ah Provinsi Amman.

Selain musim panas ekstrem dengan suhu 40 derajat, adanya pandemi Covid-19 kata Eko juga menyulitkan pendistribusian bantuan ke kamp-kamp tersebut. Karena wilayahnya cukup jauh dari kamp satu ke kamp lain.

Relawan juga harus dipastikan bebas dari Covid-19. Semua pengungsi juga harus divaksin. Karena pemerintah Jordan takut ada klaster pengungsi.

“Kemarin pengungsi Palestina dapat vaksin dari Israel, tapi sayangnya sudah kadarluwarsa. Jadi tidak dipakai. Kita juga harus dipastikan bebas Covid-19. Konflik perang dan adanya pandemi corona ini setidaknya telah menambah hidup mereka lebih sengsara,” tutur Eko.

Tak lupa, Eko juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang sudah menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara Palestina. Keberadaan mereka di sini tidak punya hak apapun, baik hak pendidikan, hak kesehatan dan hak untuk bekerja. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here