5 Tips Percaya Diri Jadi Imam Sholat

199
Syeikh Abdul Aziz Bandar Balillah saat menjadi imam shalat di Masjid Al-Markaz Maros pada malam ketujuh ramadan, Selasa (22/5/2018) silam. (Foto: celebes)

Muslim Obsession – Ketika diminta menjadi imam shalat, seringkali seseorang tidak percaya diri. Bahkan meski ia beberapa kali pernah menjadi imam, namun kadang kala rasa tidak percaya diri muncul begitu saja.

Nah, agar seseorang bisa percaya diri saat menjadi imam shalat, Ustadz Kristriyono berbagi tips dalam video yang diunggah ke YouTube.

Pertama, persiapan tahsin dan irama yang optimal. Menurut pakar pembina dan master trainer Pembelajaran Langgam Quran Mingguan (PLQM) ini, seseorang harus memiliki bacaan yang bagus dan sesuai kaidah tajwid. Utamanya saat membaca Surah Al-Fatihah, seorang imam shalat harus membacanya dengan bagus.

“Karena bacaan yang bagus menjadi syarat mutlak menjadi imam shalat supaya tidak terjadi kritik oleh makmum,” ujar pakar irama Al-Quran yang akrab disapa Ustadz Kris ini.

Selain bacaan, persiapan lainnya dalam tips pertama ini adalah irama yang bagus. Menurutnya, irama yang bagus dihasilkan dari kesesuaian irama mulai takbiratul ihram sampai salam. Misalnya, jika takbiratul ihram menggunakan irama ‘bayati’, maka seorang imam shalat juga harus menggunakan irama ‘bayati’ tersebut hingga salam.

“Maka membaca Al-Fatihah, surah-surahnya, sampai salam harus ‘bayati’,” jelasnya.

Kedua, persiapan skenario surah setiap rakaat. Seorang imam shalat harus menyiapkan secara matang surah apa yang akan dibaca setelah Al-Fatihah. Surah yang dibaca sebaiknya berurutan, misalnya, jika di rakaat pertama membaca surah An-Naba maka di rakaat kedua membaca surah Al-A’la.

Pemilihan surah ini, lanjutnya, harus benar-benar disiapkan agar saat menjadi imam shalat tidak bingung.

“Jangan terbalik. Misalkan rakaat pertama surah An-Nas, lalu rakaat kedua surah Al-Ikhlas. Itu usahakan jangan. Tapi berurutan, rakaat pertama membaca surah Al-Ikhas dan rakaat kedua membaca surah An-Nas,” tuturnya.

Ketiga, saat menjadi imam shalat seseorang harus konsentrasi pada surah yang dibaca. Fokus pada ayat atau surah yang dibaca menjadi sebuah keharusan. Meskipun sudah terbiasa menjadi imam shalat dan membacakan ayat atau surah tersebut, namun ia tidak boleh kehilangan konsentrasi.

Keempat, imam shalat harus memiliki alternatif ayat atau surah yang dibaca. Meski sudah konsentrasi, sebagai manusia kadang kala lupa pada ayat atau surah yang sedang dibaca.

“Tapi jangan panik kalau lupa. Oleh karenanya imam shalat harus punya ayat atau surah alternatif untuk menggantinya,” terang Ustadz Kris.

Kelima, memakai baju yang sesuai dan nyaman. Seorang imam shalat jangan mengenakan pakaian untuk main, sebaliknya ia harus memakai pakaian yang sesuai dan nyaman.

“Kenapa harus mengenakan pakaian yang nyaman? Karena kita kan harus ruku’, sujud. Jangan sampai ketika ruku terlihat punggungnya karena bajunya kekecilan. Gunakan baju koko muslim atau gamis,” kata Ustadz Kris.

Selain itu, baju yang dikenakan pun harus sesuai atau rapi. Alasannya, seorang yang hendak shalat, sesungguhnya ia hendak menghadap Allah subhanahu wa ta’ala.

“Bertemu dengan manusia saja pakai baju rapi, apalagi menghadap Allah,” tegasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here