5 Guru yang Diberi Gelar Pahlawan

103

Jakarta, Muslim Obsession – Pemberian gelar pahlawan diberikan kepada mereka para tokoh bangsa yang dinilai punya jasa dan andil besar terhadap kemajuan negara ini. Para pahlawan Indonesia ini berasal dari latar belakang yang berbeda. Tak sedikit dari mereka adalah seorang guru.

Profesinya sebagai guru, nyatanya juga memberikan pengaruh besar terhadap kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia. Mereka adalah seorang pelopor dan penggerak dari kemajuan pendidikan nasional di masa-masa awal.

Berikut ini lima pahlawan yang telah telah diberikan negara kepada para tokoh bangsa yang berasal dari seorang guru.

1. Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebiih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Dia memulai pergerakannya dalam dunia pendidikan dengan mendirikan Taman Siswa.

Tujuan mendirikan Taman Siswa adalah memberikan hak pendidikan yang sama kepada rakyat pribumi. Saat itu pendidikan hanya menjadi hak kaum bangsawan dan Belanda.

Pengabdiannya pada dunia pendidikan membuat Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Ki Hajar Dewantara dikukuhkan sebagai pahlawan nasional pada 28 November 1959.

2. Jenderal Soedirman

Soedirman lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916. Awalnya Soedirman bukanlah seorang tentara, dia adalah seorang guru. Karier Soedirman menjadi pendidik muncul ketika memutuskan belajar di Kweekschool (sekolah guru) di Surakarta yang dikelola Muhammadiyah selama 1 tahun.

Kemudian dia mengajar di SD Muhammadiyah. Ketika menjadi guru, dia mendidik muridnya melalui pendekatan moral. Setelah beberapa tahun kemudian Soedirman diangkat menjadi kepala sekolah. Jenderal Soedirman diangkat menjadi pahlawan nasional tanggal 10 Desember 1964.

3. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan lahir dengan nama asli Muhammad Darwisy di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Dia berperan besar mendirikan pusat pendidikan Islam yaitu Muhammadiyah. Ahmad Dahlan menjadi anggota Boedi Oetomo pada 1906.

Di sana, dia memberikan pelajaran agama kepada priyayi. Kemudian, dia mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan modern dengan dukungan dari kalangan priayi.

Atas jasanya dalam membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia melalui pembaharuan Islam serta pendidikan, pemerintah Indonesia menetapkan Ahmad Dahlan sebagai pahlawan nasional dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 657 tahun 1961.

4. Raden Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika dikenal sebagai orang yang memperjuangkan orang pribumi khususnya perempuan untuk mengenyam pendidikan. Sejak kecil Dewi Sartika terlihat mempunyai bakat untuk mengajar. Pada 1904, dia mendirikan Sekolah Istri.

Sekolah tersebut berkembang pesat dan akhirnya pada 1929, sekolah tersebut berganti nama Sekolah Raden Dewi. Raden Dewi Sartika diberi gelar Pahlawan Nasional pada 1 Februari 1966.

5. Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Dia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Dia pernah merasakan sekolah di Europese Lagere School (ELS). Namun dia berhenti sekolah karena akan dinikahkan. Setelah menjadi seorang istri, Kartini tetap bersemangat menjadi guru dan mendirikan sekolah.

Kemudian Kartini mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Berkat jasanya, R.A Kartini diberi gelar pahlawan nasional pada 2 Mei 1964. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here