5 Faktor Risiko Kanker Nasofaring yang Dialami Ustadz Arifin Ilham

154
Jokowi - UAI 1
Presiden Joko Widodo mendoakan agar Ustadz Arifin Ilham disembuhkan oleh Allah, Rabu (9/1/2019). (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Muslim Obsession – Kanker nasofaring yang sempat dialami oleh Ustadz Arifin Ilham membuatnya harus kembali dilarikan ke rumah sakit, bahkan harus dirujuk ke Penang Malaysia.

Meski belum jelas apakah Ustadz Arifin Ilham kembali dirawat karena kanker nasofaring yang sempat dideritanya, namun sebaiknya Anda perlu mengetahui apa saja faktor risiko dari kanker nasofaring.

Faktor risiko merupakan semua hal termasuk makanan dan kebiasaan yang dilakukan yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita suatu penyakit, termasuk penyakit kanker.

Setiap jenis kanker memiliki faktor risiko yang berbeda-beda. Beberapa faktor risiko tentu dapat diubah, seperti kebiasaan tertentu misalnya merokok atau pola makan.

Namun ada juga faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti faktor genetik (riwayat keluarga) atau usia seseorang.

Untuk itu Anda perlu mengetahui beberapa faktor risiko dari kanker nasofaring di bawah ini:

Jenis kelamin

Seperti dilansir oleh American Cancer Society, kanker nasofaring 2 kali lebih sering dijumpai pada pria dibandingkan pada wanita.

Ras atau etnis tertentu

Kanker nasofaring sering dijumpai di daerah Cina Selatan (termasuk Hong Kong), Singapura, Vietnam, Malaysia dan Filipina. Selain di Asia, kanker nasofaring juga banyak dijumpai di Kanada dan Greenland.

Di Indonesia sendiri, menurut data dari pusat data dan informasi KEMENKES RI, secara nasional prevalensi penyakit kanker pada penduduk semua umur di Indonesia tahun 2013 sebesar 1,4‰ atau diperkirakan sekitar 347.792 orang.

Sedangkan menurut pedoman nasional pelayanan kedokteran yang dikeluarkan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional KEMENKES RI, prevalensi kanker nasofaring di Indonesia adalah 6.2/100.000, dengan hampir sekitar 13.000 kasus baru, namun itu merupakan bagian kecil yang terdokumentasikan.

Kanker nasofaring juga merupakan kanker kepala leher tersering (28.4%), dengan rasio pria-wanita adalah 2:4 dan endemis di pulau Jawa.

Jadi kanker nasofaring merupakan salah satu dari kanker terbanyak di Indonesia. Kanker ini tergolong paling banyak mengenai kelompok usia produktif.

Diet atau pola makan

Anda gemar makan ikan asin dan juga daging, termasuk daging olahan? Sebaiknya mulai sekarang kurangi kebiasaan tersebut.

The American Cancer Society menyebutkan bahwa konsumsi ikan asin (atau yang diawetkan) dan daging merah dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.

Selain itu pola makan tertentu, konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker nasofaring.

Sementara dari beberapa studi disebutkan bahwa menjalani pola makan yang kaya akan sayur, buah dan kacang-kacangan serta rendah daging merah, akan mengurangi risiko dari kanker nasofaring.

Infeksi virus Epstein-Barr

Hampir kebanyakan sel kanker nasofaring mengandung bagian kecil dari virus Epstein-Barr dan kebanyakan pasien yang mengalami kanker nasofaring pernah mengalami infeksi virus Epstein-Barr.

Infeksi virus Epstein-Barr sering terjadi, terutama pada masa anak-anak. Meski infeksi virus Epstein-Barr dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, namun masih perlu diteliti lebih lanjut mengenai kaitannya.

Riwayat keluarga

Memiliki anggota keluarga yang mengalami kanker nasofaring akan meningkatkan risiko Anda mengalami kanker nasofaring.

Bahkan menurut studi yang dipublikasikan oleh jurnal Cancer Epidemiology, memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara dan kanker paru juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker nasofaring.

Terlebih jika kondisi itu dialami oleh keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung.

Memiliki 1 atau banyak faktor risiko di atas bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit kanker nasofaring seperti yang dialami oleh Ustadz Arifin Ilham.

Bahkan ada pula banyak orang yang tidak memiliki faktor risiko apapun, tetapi mengalami kanker nasofaring.

Untuk itu tetaplah lakukan pola hidup yang sehat dengan menjaga pola makan, berolahraga teratur dan menjauhi rokok serta alkohol. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here