5 Alasan Kenapa Qiyamul Lail Sangat Istimewa

92
Ilustrasi: Shalat malam.

Oleh: Abdan Syakura (Aktivis Dakwah Al-Mahsyar)

Salah satu akhlak Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang shalih terdahulu adalah menghidupkan malam dengan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah ﷺ sendiri tak pernah melewatkan waktu malamnya untuk bermunajat sebagai ungkapan rasa syukur atas keistimewaan yang diberikan Allah Ta’ala kepadanya.

Menghidupkan malam dengan qiyamul lail memiliki banyak keistimewaan karena mendapat perhatian khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Nah, berikut ini adalah beberapa alasan kenapa qiyamul lail menjadi momentum istimewa bagi orang-orang beriman.

BACA JUGA: 4 Janji Allah Bagi Orang yang Rajin Tahajud

Pertama, qiyamul lail merupakan kebiasaan atau tradisi yang benar-benar diperhatikan orang-orang shalih terdahulu. Rasulullah ﷺ bersabda:

عليكمْ بقيامِ الليلِ فإنَّه دأبُ الصالحينَ قبلكمْ، و قربةٌ إلى اللهِ تعالى، و منهاةٌ عنِ الإثمِ، و تكفيرٌ للسيئاتِ، و مطردةٌ للداءِ عنِ الجسدِ

“Hendaklah kalian menjalankan shalat malam karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, pelebur kejelekan, pencegah dosa, dan pengusir penyakit dari jasad,” (HR. Ahmad dari Bilal).

Dari hadits tersebut terdapat kata ﺩَﺃْﺏُ yang maknanya adalah (ﻋَﺎﺩَﺗُﻬُﻢْ ﻭَﺷَﺄْﻧُﻬُﻢْ) kebiasaan atau tradisi yang menjadi perhatian.

BACA JUGA: Gus Baha Ungkap Waktu Mustajab untuk Berdoa

Orang-orang shalih terdahulu memiliki concern yang sangat tinggi terhadap shalat malam mereka.

Bahkan sebagian orang shalih menjadikan shalat malam sebagai salah satu gambaran kondisi keimanan mereka. Misalnya, ketika mereka melakukan maksiat dan dosa, maka iman mereka akan turun sehingga akan sulit bangun shalat malam.

Tidak hanya itu, dari hadits di atas diketahui bahwa qiyamul lail juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, pelebur kejelekan, pencegah dosa, dan pengusir penyakit dari jasad.

Kedua, shalat yang dilakukan sebagai rangkaian dari qiyamul lail dinilai sebagai shalat sunnah paling utama setelah shalat wajib. Rasulullah ﷺ bersabda:

 أَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الصَّلَاةِ المَكْتُوبَةِ، الصَّلَاةُ في جَوْفِ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling utama setelah shalat fardlu (wajib) adalah shalat yang dilakukan di keheningan malam,” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i).

BACA JUGA: 7 Orang yang Selalu Dikejar-kejar Rezeki 

Ketiga, qiyamul lail merupakan waktu mustajabah, dimana doa-doa akan dikabulkan Allah Ta’ala. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَه، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Tuhan kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758). [Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab ‘Doa pada separuh malam’. Imam Nawawi menyebutkan judul dalam Shahih Muslim Bab ‘Dorongan untuk berdoa dan berdzikir di akhir malam dan terijabahnya doa saat itu’].

BACA JUGA: 4 Hal Penyebab Orang Jadi Sombong

Keempat, jaminan surga bagi orang-orang yang melaksanakan shalat malam. Rasulullah ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan kepada fakir miskin, peliharalah hubungan dengan silaturahmi, shalatlah di waktu malam ketika orang banyak sedang tertidur lelap, niscaya kalian akan masuk surga dengan aman,’” (HR. Ibnu Majah No. 3251, 1334; At-Tirmidzi No. 2485, 1984; HR. Al-Hakim, 3/13; HR. Ahmad, 5/451, dishahihkan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah No. 569; Irwa’ul Ghalil, 3/239).

Kelima, shalat malam menjadi ciri kehormatan seorang Mukmin. Hadits dari Sahal bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Jibril pernah datang kepada Rasulullah ﷺ seraya berkata,

يا محمد! عشْ ما شئتَ فإنكَ ميِّت، واعمل ما شئتَ فإنك مَجزيٌّ به، وأحبب من شئت فإنَّك مفارقُه، واعلم أنَّ شَرفَ المؤمن قيامُ الليل، وعزَّه استغناؤه عن الناس

“Wahai Muhammad, silakan engkau hidup sesukamu, karena engkau akan mati juga. Cintailah siapa yang engkau kehendaki, karena engkau pasti berpisah dengannya. Berbuatlah sesuka hatimu, karena engkau akan diberi ganjaran.”

BACA JUGA: 8 Pintu Keberkahan di Dalam Rumah

Kemudian Jibril melanjutkan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya kehormatan seorang mukmin itu pada shalat malamnya. Kemuliaannya adalah ketika ia tidak meminta-minta kepada orang lain,” (HR. Al-Hakim, 4/325; dishahihkan oleh adz-Dzahabi, dihasankan sanadnya oleh al-Munziri dalam At-Targhib wa at-Tarhib, 1/640. Dinisbatkan kepada ath-Thabrani dalam al-Ausath, dishahihkan oleh al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid, 2/252. Dinisbatkan kepada ath-Thabrani dalam Al-Ausath dan dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah No. 831).

Demikian lima alasan kenapa qiyamul lail mendapatkan perhatian istimewa dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Di luar alasan ini masih banyak hal yang menjadi dasar betapa qiyamul lail sangat istimewa karena adanya keutamaan-keutamaan di dalamnya.

Semoga kita semua mendapat bimbingan Allah Ta’ala untuk senang melaksanakan qiyamul lail agar senantiasan mendapatkan rahmat dan ridha-Nya. Aamiin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here