42.748 Santri Ikuti Ujian Kesetaraan Sekolah 2020/2021

113
Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur. (Foto: kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Sebanyak 1.106 dari 1.651 Pesantren Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan secara bertahap menggelar ujian sekolah tahun pelajaran 2020/2021. Jumlah ini terbagi dalam tiga jenjang, yaitu: Ulya, Wustha dan Ula dan tersebar di 31 provinsi.

Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur menyatakan bahwa Ujian Sekolah akan berlangsung dalam rentang 1 Maret sampai 10 April 2021.

“Ujian digelar untuk mata pelajaran agama dan mata pelajaran umum sesuai jenjang masing-masing,” jelas Waryono, mengutip Kemenag, Senin (8/3/2021).

Sejumlah mata pelajaran agama yang diujikan adalah Al-Quran & Hadits, Akidah Akhlak, Tarikh, Fikih, dan Bahasa Arab. Sementara mata pelajaran umum yang diujikan adalah PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.

Untuk jenjang Ulya jurusan IPA, materi yang diujikan adalah pelajaran Kimia, Biologi, dan Fisika. Sedangkan untuk jenjang Ulya jurusan IPS, adalah pelajaran ekonomi, geografi, dan sosiologi.

Waryono menjelakan, ujian sekolah akan diikuti 3.459 santri jenjang Ula (setara MI/SD), 26.719 santri Wustha (setara MTs/SMP), dan 12.570 santri Ulya (setara MA/SMA).

“Jadi ada 42.748 santri yang telah terverifikasi dan tervalidasi melalui pangkalan data EMIS Pendidikan Islam dan Pusdatin Kemendikbud yang akan berpartisipasi pada ujian sekolah tahun ini,” jelasnya.

Menurutnya, ujian sekolah ini dapat dilakukan dengan portofolio, penugasan, dan tes secara luring/daring. Ujian juga bisa digelar dalam bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.

“Ujian kesetaraan ini merupakan ikhtiar Kemenag untuk mengukur capaian kompetensi lulusan santri dan mengukur sejauh mana kurikulum yang digunakan berkontribusi signifikan terhadap kemampuan santri,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here