4 Kunci Sukses Berdagang yang Diajarkan Nabi

763

Jakarta, Muslim Obsession – Dalam sejarah Rasul, Nabi Muhammad Saw pernah menjadi seorang pedagang. Nabi juga menikah dengan pedagang kaya raya bernama Siti Khadijah yang sudah lama menantikan Nabi untuk bisa menjadi suaminya.

Cara Nabi berdagang pun membuat banyak orang tertarik untuk mengikuti. Bahkan saat Khadijah memperkejakan Nabi untuk membantunya, hasilnya sangat bagus. Khadijah menuai banyak untung. Bisnis yang dibangun Khadijah pun semakin besar.

Sejak kecil, Nabi sudah pandai berdagang. Menginjak umur 12 tahun, Nabi juga sudah mulai mengikuti pamannya berdagang, yaitu Abu Thalib. Kemudian pada usia 17 tahun, Rasulullah telah menjadi salah satu pemimpin pengusaha dan mulai berdagang ke 17 negara tetangganya seperti Yordania, Bahrain, Syam, Yaman dan lainnya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Pedagang yang baik adalah pedagang yang mudah dalam membeli dan mudah dalam menjual.”

Lalu apa rahasia sukses untuk berdagang yang patut ditiru dari Nabi? Berikut empat ulasan di antaranya yang dirangkum dalam berbagai sumber.

1. Segmentasi, Target dan Posisi

Sebelum berdagang, Nabi akan mencari tahu seperti apa pasar di sebuah kota yang akan didatanginya. Beliau melihat bagaimana kebiasaan orang-orang di sana, mulai dari cara hidupnya, kebiasaan apa yang mereka lakukan, hingga makanan dan minuman apa yang biasa dikonsumsi.

Jadi Nabi tahu, barang apa yang cocok untuk dijual di kota tersebut. Dan akan berbeda dengan kota lain yang akan didatanginya bersama dengan rombongan.

Saat berdagang, barang yang ia jajakan tidak hanya untuk orang-orang tertentu saja. Barang dagangan yang ia bawa bisa dijual kepada raja hingga budak.

Terakhir, beliau tahu seperti apa posisinya. Nabi tidak pernah mengecewakan pembeli, ia akan menghormati mereka baik yang anak kecil hingga orang tua. Dan beliau tahu bagaimana agar mereka tidak kecewa dengan barang yang dijualnya.

2. Prinsip Menjual, Bauran Pasar dan Diferensiasi

Untuk menjual sebuah barang dagangan sukses, tentu kita harus tahu barang yang kita jual. Sehingga kita tahu apa kelebihan dan kekurangan barang tersebut. Dengan begitu, Nabi tidak mengecewakan pembelinya. Beliau juga tidak pernah menipu, terutama masalah timbangan.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam juga selalu menjalin komunikasi atau silaturahim yang baik dengan para pembelinya. Soal harga, beliau sangat menghormati penjual lainnya. Artinya Nabi tidak akan menjatuhkan harga.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu.”

Prinsip ini sangat penting, karena persaingan harga tidak boleh terjadi. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Soal harga, beliau tidak banyak mengambil untung. Namun akan disesuaikan dengan komoditas yang dijualnya.

3. Menjaga Kualitas dan Pelayanan

Di usia yang masih muda, sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau sudah memiliki julukan Al-amin atau orang yang jujur. Itulah mengapa banyak pengusaha yang saat itu ingin menginvestasikan barang dagangannya kepada Nabi Muhammad.

Rasulullah juga selalu melakukan pelayanan terbaik bagi pembeli dan penjual barang kepadanya. Beliau dikenal sebagai orang yang sangat menghormati orang lain dan juga ramah.

4. Jujur, Ikhlas dan Profesional

Inilah sikap beliau ketika berdagang, sehingga tidak ada pelanggannya yang merasa dibohongi dengan apa yang dijualnya. Dan beliau juga tahu, bagaimana cara yang beda untuk menjual barang dagangannya.

Keempat prinsip tersebut kini banyak diadopsi oleh negara-negara barat, sehingga tidak heran jika usaha yang mereka lakukan kerap memberikan untung berlimpah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here