4 Alasan Tak Perlu Takut dengan Jenazah Pasien Corona

256

Jakarta, Muslim Obsession – Wabah corona benar-benar membuat takut masyarakat. Bahkan di sejumlah tempat warga ada yang menolak jenazah orang yang meninggal terkait penyakit virus corona COVID-19.

Misalnya saja di Kelurahan Simalingkar B, Medan, Sumatera Utara, muncul spanduk berisi pesan menolak jenazah dimakamkan di wilayahnya. Begitu juga di tempat-tempat lain. Atau paling tidak masyarakat menjauh dan tidak banyak yang mau ikut mengurus jenazah sampai dimakamkan kecuali pihak keluarga.

“Iya. Jadi semalam sudah. Memang ada spanduk dinaikkan oleh beberapa orang dan sudah kita tindaklanjuti semalam dengan segera rapat tingkat forkopimcam ya. Dari Danramil dan pihak Polsek,” kata Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, Senin (30/3/2020).

Masyarakat sudah beranggapan bahwa jenazah bisa menularkan penyakit. Terkait hal tersebut, sebetulnya tak perlu khawatir karena beberapa alasan berikut:

1. Jenazah sudah lewati prosedur pengamanan

Indonesia memiliki prosedur penanganan jenazah pasien yang berhubungan dengan corona. Hal ini tertuang dalam “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19)” yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Dalam pedoman tersebut jenazah pasien yang meninggal akan dikemas dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus. Para petugas yang menangani juga diwajibkan menjalankan standar kewaspadaan.

2. Virus tak mudah menular dari jenazah

Halaman panduan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut jenazah pasien corona tidak mudah menularkan penyakit. Ini karena sebagian besar virus terletak pada saluran napas yang utamanya menyebar ketika pasien batuk-batuk atau bersin.

“Jenazah secara umum tidak menularkan penyakit, kecuali pada kasus pasien demam berdarah (contohnya Ebola, Marburg) dan kolera. Paru-paru pasien dengan penyakit seperti influenza baru bisa menularkan penyakitnya ketika tak ditangani dengan baik saat autopsi,” tulis WHO.

3. Tetap bisa dikubur

WHO menegaskan kremasi bukan satu-satunya cara menangani jenazah pasien virus corona. Jenazah juga bisa dikuburkan asal mengikuti prosedur standar kehati-hatian.

“Jenazah pasien menular harus dikremasi adalah mitos umum. Tentunya ini tidak benar. Pemilihan metode kremasi hanya karena masalah budaya dan sumber daya,” tulis WHO.

4. Belum ada yang tertular dari jenazah

Dalam panduan penanganan jenazah pasien corona yang diunggah pada 24 Maret 2020, WHO menyebut belum ada laporan orang-orang tertular virus dari jenazah. Oleh karena itu sebetulnya tidak perlu panik berlebihan.

“Sampai sekarang belum ada bukti seseorang terinfeksi akibat terpapar jenazah pasien yang meninggal karena COVID-19,” kata WHO. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here