Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka, Kenapa?

363
Ilustrasi: Melaksanakan shalat.

Muslim Obsession – Rajin melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan haji bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan ridha Allah ‘Azza wa Jalla. Sebaliknya, jika tak dibarengi dengan perbuatan baik kepada sesama manusia, ia justru akan mendapatkan murka Allah.

Ya, berbuat baik dengan ucapan dan perilaku turut menjadi indikator penting meraih ridha Allah dan mendapatkan surga-Nya.

Sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad mengisahkan seorang sahabat yang menyampaikan berita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal seorang wanita yang ahli ibadah tapi suka menyakiti tetangganya.

“Ya Rasulallah, ada seorang wanita yang rajin shalat malam, gemar berpuasa di siang hari, giat melakukan amal kebaikan dan banyak bersedekah. Namun dia sering menyakiti tetangganya dengan lisannya.”

Mendengar hal ini, Rasulullah bersabda, “Tiada kebaikan padanya dan dia termasuk penghuni neraka.”

Mereka lalu berkata, “Sedangkan seorang perempuan lainnya adalah wanita yang mengerjakan shalat fardhu, bersedekah dengan keju kering dan tidak mengganggu seseorang’. Maka Rasulullah menjawab, “Ia penghuni surga”.

Kisah dalam hadits ini mengajarkan kepada setiap muslim untuk berhati-hati dalam berkata-kata dan melakukan sesuatu. Ia harus memiliki tolok ukur, yakni apakah ucapan atau perbuatannya itu akan menyakiti orang lain atau tidak.

Dalam konteks kekinian, tulisan yang diposting di media sosial pun harus diperhatikan baik-baik, apakah tulisan itu dapat menyakiti hati orang lain atau tidak.

Pada hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menegaskan indikator penting agar seseorang pantas disebut sebagai seorang muslim.

“Tidak akan masuk ke dalam surga, seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan-kejahatannya,” (HR. Bukhari dan Muslim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here