33 Grup Kesenian Ikuti Festival Jambi Menabuh 2018

1757
KOMPANGAN
Seni musik Kompangan termasuk yang dilombakan dalam Festival Jambi Menabuh 2018. (Foto: istimewa)

Jambi, Muslim Obsession – Sebanyak 330 peserta yang tergabung dalam 33 grup kesenian berciri khas tabuhan tangan berpartisipasi dalam Festival Jambi Menabuh 2018. Para peserta berasal dari 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

Festival yang diselenggarakan di Asrama Haji Provinsi Jambi pada 26-28 April 2018, itu digelar Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama. Tahun ini, festival dikhususkan pada tiga kesenian yang berkembang di Provinsi Jambi, yaitu hadrah, rebana klasik, dan kompangan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Direktur Penerangan Agama Islam Khoirudin dengan ditandai pemukulan gong. Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan malam pertama seusia acara pembukaan. Acara ini dihadiri pula Kanwil Kemenag Jambi, Muhammad dan perwakilan dari Pembimas Katolik dan Buddha.

“Kami telah berkomitmen mendorong pelestarian kesenian Islam, baik itu seni musik seperti hadrah, syair, seni kaligrafi, dan yang lainnya,” ujar Khoirudin dalam rilisnya, Jumat (27/4/2018).

Khoirudin mengatakan, saat ini kesenian islami khas Indonesia merupakan aset berharga dan banyak diminati oleh negara lain. Peluang ini, imbuhnya, harus dimanfaatkan dengan melakukan ekspor kesenian Islam Indonesia agar dapat mewarnai perkembangan sejarah Islam di dunia.

Sementara itu Ketua DPP Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) yang juga Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor, menegaskan bahwa kesenian seperti musik religi dapat dijadikan alat tangkal atas kebudayaan dari luar yang tidak sesuai dengan nilai nilai Islam.

“Sebagai bangsa dengan populasi penduduk Islam terbesar di dunia sudah semestinya kita memiliki daya tangkal atas budaya yang datang dari luar, kesenian seperti hadrah, rebana dan kompangan khas Jambi saya kira bisa menjadi penangkalnya,” kata Tarmizi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here