30 Hari Bebas Visa di Uzbekistan 

1670
Uzbekistan (Photo: Istimewa)

Uzbekistan, Muslim Obsession – Uzbekistan terus mendorong kebijakan utamanya untuk membuka peluang pariwisata. Salah satunya dengan merelaksasi aturan visa bagi sejumlah negara. Indonesia mejadi salah satu negara yang akan diberikan bebas kunjungan selama 30 hari tanpa visa.

“Warga negara dari 39 negara sekarang dapat memperoleh visa melalui prosedur yang disederhanakan. Sementara tujuh lainnya, Israel, Turki, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Indonesia dan Singapura, akan dapat tinggal di Uzbekistan selama 30 hari tanpa visa,” ujar Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev dilansir IWPR, Senin (12/3/2018).

Ia mengumumkan, aturan bebas visa untuk berbagai negara spesial di Eropa dan Asia akan diperkenalkan mulai 1 April 2017. Sebelumnya, pada bulan Desember 2016, ia telah menjadikan promosi pariwisata sebagai bagian strategis dari reformasi yang banyak diantisipasi.

Sebelumnya, semua warga negara asing harus mendaftar di kantor polisi setempat dalam waktu tiga hari, setelah sampai di tempat tujuan. Sekarang, pendaftaran ini akan dilakukan oleh staf hotel atau host pengunjung.

“Seorang turis seharusnya melakukan perjalanan, bukan mengunjungi agen penegak hukum,” kata Mirziyoyev.

Ia menambahkan, jika mereka ingin menciptakan lapangan kerja berbasis pariwisata, mereka harus menciptakan kondisi positif bagi wisatawan daripada menuntutnya.

Menurut keputusan presiden, menteri dalam negeri akan memiliki wakil khusus yang bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan wisatawan. Perusahaan TV, Radio Nasional dan Kementerian Kebudayaan juga telah ditugaskan untuk meluncurkan kampanye periklanan internasional.

Tidak haya itu, maskapai penerbangan nasional Uzbek Airlines telah mengurangi biaya perjalanan udara. Dengan biaya tiket pulang dari Bishkek ke Tashkent hanya 150 dolar AS yang awalnya 220 dolar.

“Potensi besar negara kita dalam industri perjalanan belum dimanfaatkan secara efisien atau sepenuhnya selama bertahun-tahun,” ujar Mirziyoyev pada sebuah pertemuan khusus mengenai promosi pariwisata baru-baru ini.

“Tidak ada kondisi ekonomi, prosedural dan hukum yang menguntungkan, kecuali pariwisata. Bidang ini telah ditinggalkan tanpa pengawasan,” imbuhnya.

Uzbekistan memiliki kekayaan monumen bersejarah, tidak terkecuali kota-kota di Bukhara, Khiva dan Samarkand yang merupakan ibu kota kerajaan yang kuat selama berabad-abad. Pada 2017, Uzbekistan dikunjungi oleh 2,7 juta warga asing, meski hanya minoritas kecil yang menjadi turis.

Menurut Komite Pariwisata Negara Republik Uzbekistan, industri perjalanan menyumbang 2,3 persen dari PDB nasional. Sebuah angka yang mereka ramalkan bisa mencapai lima persen. Segera setelah dia menjabat pada bulan Desember 2016, Mirziyoyev memutuskan bidang pariwisata akan menjadi prioritas pemerintah.

Duta Besar Uzbekistan untuk Kyrgyzstan, Komil Roshidov, mengatakan negaranya sekarang mengizinkan pengunjung untuk memotret segalanya. Daripada harus terus mengendalikan dengan ketat apa yang dilihat dan didokumentasikan oleh wisatawan.

Kota-kota populer akan dilengkapi dengan Wi-Fi gratis. Tahun lalu, tercatat kota Samarkand dikunjungi oleh 1,25 juta wisatawan. Dari jumlah tersebut, 249.000 adalah orang asing yang telah menghabiskan 62 juta dolar AS. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here