3 Kunci Melembutkan Hati

166
Ilustrasi hati (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Hati merupakan penguasa yang menjadi tolok ukur baik atau buruknya seorang manusia. Tubuh manusia hanyalah pelayan yang dipekerjakan oleh hati. Sehingga baik tidaknya perilaku seseorang, itu tergantung eksistensi hatinya.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ. أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati,” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Hati pula yang menggerakkan tindakan seseorang menjadi lembut atau kasar, ucapan yang lembut atau kasar. Padahal Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya sangat mencintai manusia yang memiliki hati yang lembut.

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek,” (HR. Muslim).

Dalam konteks ini, pimpinan Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym mengatakan, ada tiga kunci agar hati menjadi lembut.

Peka terhadap sekitar

Kunci agar memiliki hati yang peka adalah lebih sering melihat ke bawah dan sesekali melihat ke atas. Kemudian bergaul dan peduli dengan saudara kita yang dhuafa dan yang dilanda musibah.

Menginginkan keselamatan orang lain

Keinginan yang muncul saat melihat orang berbuat salah ialah ingin segera membantu memperbaikinya, keinginan untuk melihat semuanya menjadi baik.

Action

Selanjutnya adalah aksi yang dilandaskan niat Lillahi Ta’ala. Tanpa ingin dipuji, ingin diakui oleh makhluk, tapi sepenuhnya Lillahi Ta’ala berharap Allah ridha.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin,” (QS At-Taubah: 128).

Aa Gym menegaskan bahwa hati hanya bisa disentuh dengan hati. Hati yang bagaimana? Yaitu hati yang lembut, tulus dan penuh dengan kasih sayang. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here