3 Jenis Amal yang Perlu Kamu Ketahui

326

Jakarta, Muslim Obsession – Hidup ini harus dijadikan ladang amal untuk menanam kebaikan. Manusia pun diperintahkan untuk beramal. Bahkan semua agama juga mengajarkan tentang amal sebagai bagian dari ibadah.

Dalam Islam, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan terkait hal tersebut. Ia mengatakan amal secara singkat dapat diartikan setiap aktivitas yang dikerjakan. Misalnya, makan, minum, dan tidur sepanjang itu dimaknai sebagai aktivitas, maka itu disebut amal.

Ia menyebutkan secara garis besar amal itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu al-amalul ‘adi (amalan biasa), al-amalul sholih (amal salih), dan al-amalul su’ (amal salah atau buruk).

Adapun pengertian dari ketiga jenis amal tersebut adalah:

1. Al-Amalul ‘Adi

Amal ini disebut amalan biasa, rutinitas, dan biasanya disebut dengan istilah amal saja. Amal ini adalah amalan yang saat dikerjakan hanya memiliki nilai dunia saja.

Selain itu, amal ini tidak memiliki saham akhirat, baik konsekuensi pahala atau dosa. Sebagai contoh, setiap orang yang hidup akan tidur, makan, minum. Apabila makan, minum, dan tidur itu kita lakukan sebagai rutinitas keseharian kita, itulah yang disebut dengan amal.

2. Al-Amalul Salih

Amal ini bernilai akhirat, mendatangkan pahala ketika kita mengerjakannya. Amal ini dikatakan amal salih, karena bernilai kebaikan, setiap amal yang kita lakukan, lalu amal tersebut mengandung kebaikan, maka disebut amal salih.

Lantas bagaimana agar sebuah amalan bernilai menjadi amal salih? Ustadz Adi menjelaskan, ada dua cara agar sebuah amal bisa menjadi atau bernilai amal salih.

Yakni pertama, dengan cara mengawali setiap pekerjaan dengan doa yang ditujukan langsung kepada Allah. Apabila kita makan, minum, tidur, berjalan diiringi dengan doa, maka doa tersebut merubah amal kita atau aktivitas kita dari hanya bernilai dunia, menjadi bernilai akhirat.

Islam merupakan agama yang sangat lengkap mengatur segala hal, termasuk aktivitas kita sebagai manusia, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, beliau mengatakan

“Adalah kebiasaan beliau Nabi Saw ketika bangun tidur beliau duduk terlebih dahulu, kemudian menghapus bekas ngantuknya, setelah itu beliau membaca 10/11 ayat terakhir dari surat Ali Imran, baru kemudian membaca doa bangun tidur, lantas beliau pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.”

Kedua apabila tidak hafal doa, maka sertakan nama Allah dalam setiap aktivitas, atau dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim.” Fungsi dari doa ini adalah selain mendapatkan nilai dunia, juga memperoleh nilai akhirat.

3. Al-Amalul Su’

Ini disebut dengan amal buruk. Amalan ini apbila dikerjakan maka kita akan rugi dunia dan akhirat. Misalnya makan tapi dengan cara yang salah, atau memperoleh hartanya dengan cara batil, maka itu selain merugikan kita secara dunia, kita pun di akhirat akan sangat rugi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here