22 Gajah Mati di Zimbabwe, Diduga Terinfeksi Bakteri

67

Jakarta, Muslim Obsession – Kasus kematian gajah di margasatwa Zimbabwe terus meningkat. Pihak otoritas Zimbabwe mengatakan, ada 10 ekor gajah lagi yang mati mendadak. Diduga kuat gajah-gajah ini mati karena infeksi bakteri.

Pekan lalu, otoritas margasatwa Zimbabwe mencatat sudah ada 12 gajah muda yang mati. Total sudah ada 22 gajah yang ditemukan mati.

Kemudian mereka menemukan 10 bangkai gajah yang baru pada Selasa dan Rabu kemarin di dekat hutan Pandamasuwe barat laut, tempat 12 bangkai gajah sebelumnya ditemukan.

“Kami mencatat, total ada 22 gajah yang mati,” kata juru bicara otoritas margasatwa Tinashe Farawo.

“Kami telah mengambil sampel untuk pengujian. Dugaan sementara, penyebab kematian gajah-gajah ini sama seperti kematian 12 gajah minggu lalu,” imbuhnya seperti dilansir AFP, Jumat (4/9/2020).

Hasil laboratorium menunjukkan bahwa kematian 12 gajah pada pekan lalu adalah infeksi bakteri.

Ke-12 bangkai gajah ditemukan di antara Taman Nasional Hwange dan Victoria Falls. Gajah-gajah yang mati ini berusia masih sangat muda antara 2-6 tahun.

Otoritas margasatwa mengatakan, dengan usia tersebut mustahil bagi gajah memakan daun dari pucuk pohon.

Mereka menduga, gajah-gajah itu terinfeksi bakteri dengan memakan rumput yang berbahaya. Pihaknya membantah gajah mati karena diburu. Sebab, gadingnya masih ada.

Zimbabwe memiliki lebih dari 84.000 gajah. Puluhan gajah mati kelaparan dan kekurangan air dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah gajah lain mati diracun oleh pemburu yang ingin mengambil gadingnya untuk dijadikan hiasan atau obat tradisional di Asia dan Timur Tengah.

Sedikitnya 300 gajah mati karena keracunan sianida di lubang air Hwange pada 2013.

Selain Zimbabwe, Botswana juga merupakan rumah bagi populasi gajah terbesar di dunia.

Sekitar 130.000 ekor gajah hidup di sana. Ironisnya, 300 gajah mati di awal tahun ini.

Para ahli menganggap kematian massal gajah disebabkan oleh racun alami, bukan perburuan. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here